0%
logo header
Jumat, 04 Agustus 2023 14:19

Wali Kota Tarakan Tertarik Pelajari Sistem Perpajakan PAKINTA Inovasi Bapenda Makassar

Wali Kota Tarakan Tertarik Pelajari Sistem Perpajakan PAKINTA Inovasi Bapenda Makassar

Wali Kota Tarakan Khairul terkesima dan memperhatikan detail setiap penjelasan sistem perpanjakan PAKINTA yang merupakan inovasi Bapenda Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Firman Hamid Pagarra menjelaskan sistem perpajakan Kota Makassar.

Dia menjelaskan secara langsung saat menerima rombongan kunjungan studi tiru Pemerintah Kota Tarakan yang dipimpin langsung Wali Kota Tarakan Khairul.

Di hadapan rombongan, Firman Pagarra memperkenalkan aplikasi yang dirilisnya 2022 yakni Pajak Terintegrasi Terdigitalisasi atau yang dikenal PAKINTA.

Baca Juga : Jawab Pemandangan Umum Fraksi, Danny Pomanto Tegaskan Realisasi Penerimaan PAD Makassar Meningkat Year to Year

Aplikasi ini dihadirkan Bapenda untuk memudahkan layanan akses bayar pajak daerah di Kota Makassar.

Aplikasi PAKINTA dapat diunduh lewat Play Store dan bisa diakses seluruh wajib pajak dengan hanya memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP).

Maka wajib pajak bisa melihat langsung status bayar pajak, denda, dan tagihan pajak.

Baca Juga : Firman Pagarra Minta PSN Pembangunan Stadion Sudiang Hingga Makassar City Center masuk di RPJPD 2025-2045

“Pembayarannya pun tidak repot lagi ke kantor bapenda. Cukup membayar melalui Indomaret, Alfamart, Ovo dan Qris,” beber Firman Pagarra, Jumat (4/8).

Pihaknya juga sementara menggodok sistem pembayaran melalui Virtual Account (VA) bagi wajib pajak dengan total pembayaran diatas Rp 10 juta.

Melalui sistem perpajakan PAKINTA yang mudah, Pemkot Makassar telah menyabet juara 1 penggunaan (QRIS) Kategori Retribusi dan Pajak Daerah dengan Pembayaran Digital.

Baca Juga : 36 Peserta Lelang Jabatan Eselon II Lolos ke Tahap Wawancara

Wali Kota Tarakan Khairul terkesima dan memperhatikan detail setiap penjelasan sistem PAKINTA tersebut.

“Setelah beberapa jam kami berbincang dan bertanya tentang sistem. Kami tidak salah berkunjung ke Kota Makassar untuk mempelajari sistem perpajakannya,” kata Khairul.

Ia sesegera mungkin akan memperbaiki sistem perpajak di Kota Tarakan dengan mengaplikasikan beberapa ilmu yang dia bawa dari Kota Makassar.