0%
logo header
Kamis, 04 Juni 2026 15:46

10 Besar Capim Baznas Makassar Jalani Verifikasi Faktual, Baznas RI Tekankan Prinsip 3A

10 Besar Capim Baznas Makassar Jalani Verifikasi Faktual, Baznas RI Tekankan Prinsip 3A

Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar periode 2026–2031 memasuki tahapan verifikasi faktual. Sebanyak 10 kandidat terbaik yang lolos penjaringan kini bersaing untuk mengisi lima kursi pimpinan Baznas Kota Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar periode 2026–2031 memasuki tahapan verifikasi faktual.

banner pdam

Sebanyak 10 kandidat terbaik yang lolos penjaringan kini bersaing untuk mengisi lima kursi pimpinan Baznas Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa proses seleksi harus berjalan transparan, objektif, dan akuntabel guna menghasilkan pimpinan Baznas yang memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen dalam mengelola zakat untuk kepentingan umat.

Baca Juga : 64 Peserta Ikuti Wawancara Seleksi Pimpinan Baznas Makassar

Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Verifikasi Faktual Offline Calon Pimpinan Baznas Kota Makassar Periode 2026–2031 di Balai Kota Makassar, Kamis (4/6).

“Kami berharap proses seleksi ini dapat melahirkan pimpinan Baznas yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Makassar,” ujar Munafri.

Menurutnya, Baznas memiliki peran strategis dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat dan membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran.

Baca Juga : Dibuka Seleksi Komisioner BAZNAS Kota Makassar Periode 2026–2031, Ini Syarat dan Jadwalnya!

Munafri menilai tahapan seleksi merupakan proses yang harus dilalui secara objektif untuk mendapatkan figur terbaik.

Namun, peserta yang belum terpilih nantinya tidak berarti tidak memiliki kapasitas atau kualitas yang baik.

“Dalam setiap proses seleksi tentu ada yang terpilih dan ada yang belum berhasil. Yang terpilih bukan berarti paling sempurna, dan yang belum terpilih bukan berarti tidak bisa mengabdi. Pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui banyak ruang,” katanya.

Baca Juga : 175 Petugas Kebersihan Ujung Tanah Dapat Bantuan Beras, Hasil Potongan Zakat ASN Pemkot Makassar

Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar menyerahkan seluruh proses seleksi kepada tim independen agar berjalan sesuai ketentuan dan mampu menjaring figur yang memiliki kemampuan mengembangkan potensi zakat yang besar di Kota Makassar.

Menurut Munafri, Baznas bukan sekadar lembaga pengelola zakat, melainkan instrumen penting yang mampu memperkuat kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan kemanusiaan.

“Kehadiran Baznas menjadi bagian penting dalam melihat kebutuhan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang besar bagi warga,” tuturnya.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

Munafri juga menyebut terdapat tiga kriteria utama yang harus dimiliki calon pimpinan Baznas, yakni memahami syariat Islam dan tata kelola zakat, mampu bersinergi dengan pemerintah daerah, serta memiliki integritas dan sifat amanah.

“Kita berharap seleksi ini benar-benar menghasilkan sosok pimpinan Baznas yang mampu membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” katanya.

Terkait transparansi seleksi, Munafri memastikan seluruh tahapan telah dilaksanakan secara terbuka dan sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

Setelah melalui seleksi di tingkat daerah, 10 kandidat yang lolos masih harus mengikuti tahapan lanjutan yang dilakukan Baznas RI sebelum ditetapkan sebagai pimpinan definitif.

“Tim seleksi sudah dibentuk dan seluruh prosesnya kami percayakan untuk dilaksanakan secara profesional. Setelah menghasilkan 10 besar, mereka masih akan menjalani seleksi lanjutan oleh Baznas RI,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa proses seleksi pimpinan Baznas merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

Menurut Saidah, seleksi tersebut bertujuan menjaring amil negara yang kompeten, profesional, berintegritas, serta memahami tata kelola zakat sesuai syariat dan regulasi yang berlaku.

“Kami diminta mencari para amil negara yang kompeten, profesional, dan aman secara syar’i,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pimpinan Baznas merupakan bagian dari pelaksanaan mandat negara dalam pengelolaan zakat.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

Karena itu, figur yang terpilih harus mampu menjalankan kebijakan pemerintah sekaligus menjaga profesionalitas dan kredibilitas lembaga.

“Ketika seseorang ditetapkan menjadi pimpinan Baznas, maka dia menjalankan fungsi negara dalam pengelolaan zakat,” ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan publik, Baznas RI menerapkan prinsip 3A dalam tata kelola zakat, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

Prinsip Aman Syar’i memastikan seluruh penghimpunan dan pendistribusian zakat berjalan sesuai ketentuan syariat Islam.

Aman Regulasi menegaskan seluruh aktivitas pengelolaan zakat harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan Aman NKRI memastikan dana zakat dimanfaatkan untuk kepentingan umat dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

“Seluruh penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah harus digunakan untuk meneguhkan NKRI, bukan untuk meruntuhkannya,” tegas Saidah.

Ia menambahkan, verifikasi faktual dilakukan untuk memastikan para kandidat memahami aspek syariah, regulasi, dan tata kelola kelembagaan.

Menurutnya, seluruh kandidat yang masuk 10 besar merupakan figur-figur yang memiliki kualitas baik.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Danny Pomanto Raih Baznas Award ke-6

“Sepuluh calon ini semuanya baik. Tugas kami adalah memilih lima orang yang paling siap mengemban amanah tersebut,” katanya.

Baznas RI berharap proses seleksi ini menghasilkan pimpinan Baznas Kota Makassar yang mampu menjaga kredibilitas lembaga, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat.