MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kota Makassar semakin mendapat perhatian dunia internasional.

Uni Eropa melihat Makassar sebagai salah satu kawasan strategis di Indonesia Timur yang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat investasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama pembangunan berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan resmi Antoine Ripoll, Minister Counsellor for Parliamentary and Civil Society Relations pada Delegation of the European Union to ASEAN, di ruang kerja Wali Kota Makassar, Balai Kota Makassar, Rabu (10/6).
Baca Juga : Pemkot Makassar Libatkan LAN RI Kaji Ulang TPP ASN dan Gaji PJLP
Dalam pertemuan tersebut, Antoine Ripoll mengapresiasi perkembangan pesat Kota Makassar yang dinilainya mengalami transformasi signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Menurutnya, posisi Makassar sebagai gerbang Indonesia Timur menjadi daya tarik tersendiri bagi Uni Eropa dalam menjajaki berbagai peluang kerja sama.
“Saya melihat banyak hal positif di Makassar. Kota ini memiliki komunitas muda yang sangat dinamis dan berperan sebagai pintu gerbang Indonesia Timur. Potensi ini sangat besar,” ujar Antoine.
Baca Juga : Lantik 167 PNS, Wali Kota Makassar Tekankan Profesionalisme dan Semangat Melayani
Antoine mengatakan, hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia saat ini berada dalam fase yang sangat baik dan terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari investasi, pendidikan, pembangunan ekonomi, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, salah satu agenda strategis yang tengah menjadi perhatian bersama adalah penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa yang saat ini memasuki tahap akhir perundingan.
Ia optimistis perjanjian tersebut akan membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk bagi daerah-daerah strategis seperti Makassar.
Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
“Harapan kami tahun depan Parlemen Indonesia dan Parlemen Uni Eropa dapat meratifikasi CEPA. Jika itu terwujud, maka akan membuka peluang investasi yang lebih besar, menciptakan lapangan kerja baru, termasuk bagi kota-kota seperti Makassar,” katanya.
Antoine juga menegaskan komitmen Uni Eropa dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program kerja sama, termasuk investasi berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau.
Menurutnya, pembangunan masa depan harus mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
Selain itu, ia menilai Makassar memiliki modal yang kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan kawasan timur Indonesia, didukung oleh keberadaan perguruan tinggi, sumber daya manusia muda yang potensial, serta posisi geografis yang strategis.
Bahkan, Antoine berencana mendorong Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia yang baru agar menjadikan Makassar sebagai salah satu destinasi kunjungan prioritas selain Jakarta.
“Saya akan menyampaikan kepada Duta Besar Uni Eropa yang baru agar tidak hanya datang ke Jakarta, tetapi juga ke Makassar, Sulawesi, dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Kawasan ini sangat penting untuk masa depan kerja sama kita,” ungkapnya.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kunjungan delegasi Uni Eropa tersebut.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi peluang strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.
Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra global untuk mendukung investasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi perkotaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
“Makassar sebagai gerbang utama Indonesia Timur terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong investasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi perkotaan, hingga pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian Uni Eropa terhadap perkembangan Makassar dan kawasan Indonesia Timur yang dinilai memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada Kota Makassar. Kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang dapat mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Munafri.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
Pertemuan tersebut menjadi sinyal positif semakin meningkatnya perhatian komunitas internasional terhadap Makassar.
Dengan posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia, Makassar dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tujuan investasi dan kerja sama global di masa mendatang.
Seiring menguatnya hubungan Indonesia dan Uni Eropa, Pemerintah Kota Makassar berharap peluang-peluang kerja sama yang terbuka dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

