0%
logo header
Senin, 06 April 2026 17:02

Munafri Arifuddin Ultimatum Lurah yang Absen Rakor Persampahan

Munafri Arifuddin Ultimatum Lurah yang Absen Rakor Persampahan

Rakor yang membahas pengelolaan sampah hingga rencana pengolahan menjadi energi listrik itu menjadi momentum evaluasi kinerja aparatur wilayah. Munafri menilai persoalan sampah yang semakin kompleks membutuhkan komitmen dan kerja kolektif yang solid dari seluruh jajaran pemerintah.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada sejumlah lurah yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengelolaan sampah di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (6/4).

banner pdam

Dalam forum tersebut, Munafri menegaskan pentingnya kedisiplinan dan keteladanan aparatur wilayah, khususnya camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik.

“Bagaimana kita bicara soal teladan kalau kita sendiri tidak menghargai waktu. Kehadiran tepat waktu juga bagian dari keteladanan,” tegasnya.

Baca Juga : Lepas 105 Kafilah MTQ, Appi Targetkan Makassar Juara Umum

Rakor yang membahas pengelolaan sampah hingga rencana pengolahan menjadi energi listrik itu menjadi momentum evaluasi kinerja aparatur wilayah. Munafri menilai persoalan sampah yang semakin kompleks membutuhkan komitmen dan kerja kolektif yang solid dari seluruh jajaran pemerintah.

Ia juga mengingatkan agar lurah tidak bersikap seolah menjadi “raja kecil” di wilayahnya.

Menurutnya, lurah merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menyampaikan kebijakan dari pemerintah pusat hingga daerah.

Baca Juga : Appi Dorong Revitalisasi Pasar Sentral, Siapkan Konsep Baru Bangkitkan Ekonomi Rakyat

“Lurah itu bukan raja kecil. Mereka bagian dari sistem yang harus melayani masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Munafri menekankan pentingnya kekompakan antara camat dan lurah dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayah. Ia menyebut keduanya harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan.

“Camat dan lurah itu satu paket, harus solid. Kalau tidak, akan ada wilayah yang tertinggal,” katanya.

Baca Juga : Perkuat Mitigasi, Pemkot Makassar Bentuk Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea

Munafri juga menyinggung pentingnya kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab. Ia menolak praktik saling melindungi dengan cara yang tidak tepat, seperti menutupi kesalahan atau mencari alasan.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah, termasuk pengelolaan sampah, sangat bergantung pada sinergi dan kedisiplinan aparatur di tingkat wilayah.

Ia pun menegaskan tidak segan mengambil langkah tegas terhadap aparatur yang tidak mampu bekerja sama dan menjaga kekompakan.

Baca Juga : Pelindo–Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Tata Kawasan Pelabuhan

“Saya tidak ingin ada yang berjalan sendiri. Semua harus selaras dan bekerja bersama,” pungkasnya.