0%
logo header
Minggu, 23 Juli 2023 21:32

Makassar Pertahankan Predikat KLA Nindya Kementerian PPPA

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi usai menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementerian PPPA, di Hotel Padma Semarang, Sabtu (22/7) malam kemarin.
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi usai menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementerian PPPA, di Hotel Padma Semarang, Sabtu (22/7) malam kemarin.

Makassar kembali menyaber penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

SEMARANG, KATABERITA.CO – Makassar kembali menyaber penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

banner pdam

Tahun ini Pemkot Makassar kembali meraih predikat KLA kategori Nindya, kategori yang sama juga diraih pada 2022 lalu.

Artinya, Kota Makassar masih berhasil mempertahankan predikat KLA pada kategori yang sama tahun ini.

Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Layanan Lansia di PPSLU Parepare

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga kepada Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi, di Hotel Padma Semarang Jawa Tengah, Sabtu (22/7) malam.

Berdasarkan data Kementerian PPPA, dari 360 kabupaten/kota ada 19 yang meraih kategori utama, 76 kategori Nindya

Selanjutnya, 130 kabupaten/kota kategori Madya, dan 135 kategori pratama. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu.

Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Parepare, Wagub Sulsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Usai menerima penghargaan, Fatmawati Rusdi mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja keras untuk meraih predikat KLA.

“Alhamdulillah atas pencapaiannya ini. Tapi jujur untuk mempertahankan kategori tersebut itu sangat susah. Butuh kerja keras dari seluruh stakeholder yang berkaitan,” ucapnya.

Kata Fatmawati Rusdi, apa yang diperoleh saat ini merupakan wujud kerja nyata Pemkot Makassar melalui berbagai program salah satunya Jagai Anakta.

Baca Juga : Disdik Tegaskan Transparansi SPMB di Makassar

Tak hanya itu, di Makassar ada juga yang namanya shelter warga. Program ini hanya satu-satunya di Indonesia dan dibawahi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar.

Program ini sebagai salah satu upaya dari Pemkot Makassar untuk mentracking dan mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Hasil kerja keras ini bersama pemerhati anak serta masyarakat membuahkan hasil. Tidak sampai disini kita akan lebih genjot dan tingkatkan agar dapat membuat kota Makassar lebih baik lagi dalam pemenuhan hak anak,” tuturnya.

Baca Juga : Antisipasi Dampak Aksi Unjuk Rasa, Disdik Makassar Berlakukan Belajar Online Hingga 4 September

Ia pun berharap 2024 mendatang, Kota Makassar bisa naik kelas dan mendapat predikat KLA kategori utama.

Sementara, Kepala DPPPA Makassar Achi Soleman menambahkan penetapan KLA didasarkan pada capaian pada 5 kluster KLA dengan 24 indikator.

Itu mencakup Penguatan Kelembagaan, Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan.

Baca Juga : Antisipasi Dampak Aksi Unjuk Rasa, Disdik Makassar Berlakukan Belajar Online Hingga 4 September

Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya, Perlindungan Khusus baik pada tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa/Kelurahan.

“Tanpa adanya komitmen kuat dari pimpinan kami dan kebijakan program yang mementingkan pemenuhan hak mungkin kita tidak bisa mencapai titik ini. Namun, DPPPA selalu bekerja keras dan selalu menfasilitasi anak yang tidak mendapatkan haknya,” tutupnya.