MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, menjadi pusat aktivitas warga sekaligus penggerak ekonomi rakyat setiap akhir pekan.

Ribuan warga memadati kawasan tersebut setiap Minggu pagi untuk berolahraga, bersantai, hingga berinteraksi sosial.
Di saat yang sama, ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum itu untuk menjalankan usaha.
Baca Juga : Melinda Aksa Ajak Ibu-Ibu Makassar Jaga Jantung Lewat Senam Sehat di CFD
Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan tingginya animo masyarakat dan pelaku UMKM menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Animo berdagang UMKM bertambah, dan banyak masyarakat yang berbelanja. Ini betul-betul bagus. Tapi kami akan terus melakukan pembenahan dan penataan agar lebih baik lagi,” ujarnya saat memantau langsung aktivitas CFD, Minggu (12/4).
Sejak pagi hari, deretan lapak kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa layanan dipadati pengunjung. Interaksi antara penjual dan pembeli menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis.
Baca Juga : Skema Baru CFD Boulevard Dapat Dukungan Dewan
Syahril menyebutkan, CFD Boulevard kini tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga simpul ekonomi baru dengan perputaran uang mencapai puluhan juta rupiah dalam beberapa jam.
“Setiap Minggu pagi, CFD dipadati puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah. Ini membuktikan adanya dampak ekonomi bagi UMKM yang berjualan di sini,” katanya.
Ia mengungkapkan, jumlah pelaku usaha yang terdaftar di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 800 tenant.
Baca Juga : Makassar Buat Skema Baru Pedagang di CFD Boulevard
Namun, jumlah kehadiran pedagang bersifat fluktuatif setiap pekan.
“Data terbaru sekitar 800 lebih tenant. Tapi memang tidak semuanya hadir setiap minggu, tergantung kondisi. Namun secara umum, animo masyarakat sangat tinggi,” jelasnya.
Menurut Syahril, kehadiran CFD memberikan ruang usaha strategis bagi UMKM tanpa biaya operasional tinggi.
Baca Juga : Dinas Perpustakaan Makassar Hadirkan Mobil Perpustakaan Keliling di CFD Boulevard
Di sisi lain, masyarakat mendapat akses produk lokal dengan harga terjangkau.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan pedagang yang mulai meningkat serta peran pengelola dalam mengatur lapak.
“Alhamdulillah pelaku usaha sudah mulai tertib. Pengelolaan memang sudah dilimpahkan ke pihak pengelola, tetapi kecamatan tetap bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendampingi,” tuturnya.
Baca Juga : Dinas Perpustakaan Makassar Hadirkan Mobil Perpustakaan Keliling di CFD Boulevard
Ke depan, pihak kecamatan akan menggelar rapat evaluasi bersama pengelola untuk membahas penataan kawasan agar lebih optimal.
Selain itu, pemerintah kecamatan membuka peluang bagi UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak penertiban di sejumlah titik untuk berjualan di CFD Boulevard.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada para UMKM yang sebelumnya terdampak penertiban agar bisa masuk dan berjualan di sini,” tambahnya.
Baca Juga : Dinas Perpustakaan Makassar Hadirkan Mobil Perpustakaan Keliling di CFD Boulevard
Tak hanya sebagai pusat ekonomi, CFD Boulevard juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik.
Salah satunya melalui layanan kesehatan gratis yang disediakan secara bergilir oleh lima puskesmas di Kecamatan Panakkukang.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir oleh lima puskesmas. Tadi dilaksanakan oleh Puskesmas Tamamaung,” jelas Syahril.
Baca Juga : Dinas Perpustakaan Makassar Hadirkan Mobil Perpustakaan Keliling di CFD Boulevard
Pemerintah kecamatan bersama PD Parkir dan Dinas Perhubungan juga akan melakukan evaluasi terhadap penataan parkir yang masih menjadi perhatian.
“Ada beberapa hal yang perlu kami benahi, terutama terkait kendaraan yang mulai masuk dalam dua minggu terakhir. Itu menjadi fokus penataan kami,” pungkasnya.

