MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar segera menghadirkan layanan transportasi laut antar pulau bagi masyarakat kepulauan.

Program yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ini ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat dengan skema layanan yang diupayakan gratis.
Munafri mengatakan, penambahan armada kapal telah memasuki tahap alokasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
Baca Juga : Pemkot Makassar Hadirkan 40 Lampu Tenaga Surya di Kepulauan
Satu unit kapal tambahan dijadwalkan segera diserahkan untuk memperkuat konektivitas antar pulau di wilayah Makassar.
“Dalam waktu dekat akan ada satu kapal yang masuk proses penyerahan untuk mendukung layanan transportasi masyarakat kepulauan,” ujar Munafri, Selasa (14/4).
Menurutnya, kehadiran armada baru menjadi solusi atas keterbatasan transportasi yang selama ini masih bergantung pada moda tradisional atau “pete-pete laut”.
Baca Juga : Gerak Cepat Dishub Makassar dan BKPSDM, Taspen Salurkan Santunan untuk Ahli Waris Petugas PJU
Selain itu, Pemkot Makassar telah menyiapkan satu unit kapal percontohan yang akan segera diluncurkan melalui uji coba operasional (soft launching).
Kapal ini direncanakan melayani rute tetap sebagai angkutan reguler antar pulau.
“Kapal ini akan berfungsi seperti angkutan umum dengan trayek tertentu yang menghubungkan pulau-pulau,” jelasnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Rakor Fokus Selesaikan Tumpang Tindih Pengelolaan Parkir
Munafri menegaskan, penguatan transportasi laut menjadi prioritas seiring karakter geografis Makassar sebagai daerah kepulauan.
Konektivitas dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, sosial, hingga akses layanan dasar masyarakat.
Pemkot Makassar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh tambahan armada serta memperkuat sistem transportasi laut yang lebih terintegrasi.
Baca Juga : Terima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Jeneponto, Andi Engka Paparkan Program Dishub Makassar
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menyebut pihaknya telah melakukan survei rute pelayaran, termasuk menghitung kebutuhan bahan bakar dan estimasi waktu tempuh.
Rute yang disiapkan meliputi Makassar–Barrang Lompo, dilanjutkan ke Lumu-Lumu, Langkai, Lanjukang, hingga Bonetambung, sebelum kembali ke titik awal.
“Rute ini masih akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan,” kata Rheza.
Baca Juga : Terima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Jeneponto, Andi Engka Paparkan Program Dishub Makassar
Ia menambahkan, rute menuju Pulau Kodingareng masih dalam tahap kajian karena lokasinya yang lebih jauh, namun berpeluang dibuka jika ada tambahan armada.
Pada tahap awal, frekuensi pelayaran diperkirakan satu kali sepekan, menyesuaikan ketersediaan anggaran bahan bakar.
“Jika anggaran memungkinkan, frekuensi bisa ditingkatkan menjadi dua kali sepekan,” ujarnya.
Baca Juga : Terima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Jeneponto, Andi Engka Paparkan Program Dishub Makassar
Rheza juga mengungkapkan sejumlah tantangan, seperti kondisi cuaca serta keterbatasan infrastruktur dermaga di beberapa pulau. Saat ini, baru sebagian pulau yang memiliki fasilitas sandar yang memadai.
Meski demikian, respons masyarakat dinilai positif. Kehadiran transportasi laut terjadwal diharapkan dapat meningkatkan mobilitas sekaligus membuka akses ekonomi dan sosial warga kepulauan.
Pemkot Makassar menargetkan uji coba layanan dimulai pada Mei 2026 sebelum diterapkan secara lebih luas sebagai sistem transportasi laut terintegrasi.

