0%
logo header
Rabu, 18 Agustus 2021 20:40

Kronologi Pendaki Nekat Terobos Pos Penyekatan Hingga Tewas di Gunung Bawakaraeng

Tim SAR Gabungan mengevakuasi pendaki yang tewas di Gunung Bawakaraeng || ist
Tim SAR Gabungan mengevakuasi pendaki yang tewas di Gunung Bawakaraeng || ist

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki yang tewas akibat mengalami hipotermia akibat cuaca ektrem saat mendaki di Gunung Bawakaraeng Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

GOWA, KATABERITA.CO – Dua orang pendaki yang tewas akibat mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berhasil dievakuasi, Rabu (18/8). Keduanya yakni Zainal (21) dan Steven (21).

Zainal warga Jalan Beringin-Kasomberang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ditemukan meninggal dunia di pos enam jalur pendakian Gunung Bawakaraeng.

Sedangkan, Stevan mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ditemukan meninggal dunia di pos tujuh. Steven merupakan warga Kelurahan Pandang-Pandang Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Baca Juga : 7 Ribu Pendaki Diprediksi Rayakan HUT RI di Gunung Bawakaraeng, BPBD Makassar Turunkan Tim Siaga Merah Putih

Insiden naas itu bermula saat korban dan teman-temannya nekat menerobos pos penyekatan jalur pendakian Gunung Bawakaraeng agar tetap bisa memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

Awalnya, kedua korban beserta teman-temannya tiba di Kota Malino pada pukul 22.00 Wita, Sabtu (14/8). Namun karena ada pos penyekatan di Lemo-Lemo Patapang, delapan pemuda itu membatalkan perjalanan dan memilih beristirahat di salah satu masjid.

Bahkan, mereka sempat mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung Bawakaraeng.

Baca Juga : Sempat Hilang di Gunung Bawakareang, Satu Pendaki Ditemukan Tewas

Namun pada pukul 02.30 Wita Minggu (15/8) dinihari, salah satu rekan korban menelpon dan meminta mereka ke Lembanna dengan alasan tidak ada penyekatan.

“Kemudian mereka bergegas menuju Lembanna dan tiba dengan cara menerobos pos penyekatan pada pukul 03.00 Wita. Saat di Lembanna delapan pemuda bermalam dan memasang tenda,” kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan.

Pada Minggu (15/8) pagi sekitar pukul 09.00 Wita, lanjut Tambunan, mereka berhasil naik ke Gunung Bawakaraeng. Hanya saja pada 16 Agustus dan 17 Agustus kondisi cuaca lagi ektrem. Terjadi hujan dan angin kencang.

Baca Juga : Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng Tewas, Satu Dikabarkan Hilang

Karena stok makanan dan lampu penerangan sudah tidak ada, mereka mempercepat turun dari puncak. Namun saat di pos tujuh, para pendaki mengalami kedinginan akibat hujan dan angin kencang sehingga mulai terpisah.

“Di pos tujuh itu mereka mulai terpisah dan terbagi ke dalam beberapa kelompok. Besoknya (Rabu 18 Agustus), Tim SAR menemukan korban Steven di pos tujuh,” tutur dia.

Selanjutnya, Tim SAR dibackup Polres Gowa melanjutkan pencarian dan menemukan korban Zainal di pos enam. Kedua jenazah korban kemudian dievakuasi dan di bawah ke Puskesmas Tinggimoncong.