0%
logo header
Selasa, 08 Agustus 2023 22:55

Kabupaten Boven Digoel Belajar Sistem Pengelolaan Perpajakan Berbasis Digital di Bapenda Makassar

Kabupaten Boven Digoel Belajar Sistem Pengelolaan Perpajakan Berbasis Digital di Bapenda Makassar

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar menjadi percontohan untuk sistem pengelolaan perpajakan berbasis digital.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar menjadi percontohan untuk sistem pengelolaan perpajakan berbasis digital.

banner pdam

Terbukti banyak daerah yang tertarik belajar di Kota Makassar. Salah satunya, Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua Selatan.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Boven Digoel melakukan kunjungan kerja di Kantor Bapenda Makassar, Jalan Urip Sumohardjo, Selasa (8/8).

Baca Juga : Pacu PAD Lewat Akselerasi Digitalisasi, Munafri Minta Habit Transaksi Digital Dimulai Dari Pegawai Pemkot

Rombongan Kabupaten Boven Digoel diterima oleh Kasubbid Hiburan dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Bapenda Makassar Andi Mangga Barani.

Ia didampingi Kepala UPT PBB Bapenda Makassar Indirwan Dermayasair, dan Kasubbid Koordinasi, Perencanaan, dan Regulasi Ansar.

Andi Mangga Barani mengatakan pertemuan ini membahas tentang aplikasi sistem pengelolaan pajak daerah berbasis website, mobile android, host to host sektor PBB dan BPHTB.

Baca Juga : Kepala Distaru Makassar Hadiri Tax Award 2025, Dukung Optimalisasi Kepatuhan Pajak Daerah

“Melalui pertemuan ini kita berharap bisa menggali potensi PAD masing-masing daerah,” harap Andi Mangga Barani.

Pada kesempatan tersebut, Andi Mangga Barani menyampaikan bahwa Bapenda Makassar telah mempunyai inovasi yaitu Aplikasi Pakinta atau Pajak Terintegasi dan Terdigitalisasi.

Menurutnya, aplikasi Pakinta sangat mendongkrak penerimaan pajak daerah terkhusus pada sektor PBB.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Rakor Fokus Selesaikan Tumpang Tindih Pengelolaan Parkir

“Jadi semenjak adanya Pakinta pembayaran PBB mengalami kenaikan dari kisaran Rp180 miliar di 2021 naik menjadi Rp213 miliar di 2022,” tutupnya