MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sejumlah wilayah di Kota Makassar Sulawesi Selatan masih terendam banjir, Senin (23/12).

Hingga pukul 13.00 Wita, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah korban yang mengungsi mencapai 2.520 jiwa.
Ada tiga kecamatan yang terendam banjir. Yakni, manggala, Biringkanaya, dan Panakukang.
Baca Juga : Dinas PU Makassar Intensifkan Penanganan Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem
Terparah di Kecamatan Manggala yang ketinggian airnya sudah mencapaoi atap rumah warga.
Data BPBD Kota Makassar mencatat, 1.202 warga Kecamatan Manggala dievakuasi ke pengungsian.
Rincianya, 1.045 jiwa di Kelurahan Manggala, 30 jiwa di Kelurahan Batua, dan sebanyak 127 jiwa di Kelurahan Antang.
Baca Juga : Pemkot Makassar Teken LoI dengan Nihon SUIDO, Segera Implementasikan Sistem Banjir Real-Time
Selanjutnya di Kecamatan Biringkanaya banjir juga merendam beberapa Kelurahan, utamanya di titik rawan banjir.
1.088 warga Biringkanaya dievakuasi ke tempat pengungsian.
Sebanyam 888 jiwa di Kelurahan Ketimbang, 125 jiwa di Paccerakkang, dan 75 Jiwa di Kelurahan Sudiang
Baca Juga : BPBD Makassar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem 23–24 November
Kemudian di Kecamatan Panakkukang terdapat 107 warga yang mengungsi.
48 jiwa diantaranya ada di Kelurahan Pandang, 34 jiwa di Kelurahan Tamamaung, dan 25 jiwa di Kelurahan Panaikang.
Terakhir di Kecamatan Tamalanrea, total 123 jiwa (28 KK) yang mengungsi.
Baca Juga : BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir di Kompleks Kodam 3 Tamalanrea
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah turun memastikan langsung kondisi masyarakat terdampak banjir pada Minggu (22/12) kemarin.
Danny Pomanto menyisir Blok 8 dan 10 yang terisolir, ia juga mengunjungi salah satu lokasi pengungsian di Kecamatan Manggala.
“Tadi saya ketemu orang-orang yang butuh pertolongan di rumah-rumah, ini yang mesti hati-hati karena banyak orang tidak mau mengungsi,” ucap Danny Pomanto.
Baca Juga : BPBD Makassar Pantau Titik Rawan Banjir di Kompleks Kodam 3 Tamalanrea
Ia pun mengimbau agar warga yang terdampak banjir bersedia untuk diungsikan agar mendapat perhatian pemerintah.
Warga yang mengungsi juga akan mempermudah proses asesmen tim untuk diberikan bantuan baik makanan maupun bantuan medis.
“Protap kita membantu itu di pengungsian, walaupun seperti itu tadi saya sudah suruh kirim dokter ke beberapa rumah. Karena kalau dia tidak mau mengungsi risikonya kita tidak pernah tahu,” ujarnya.

