MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar melanjutkan rangkaian Forum Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kota Makassar ini difokuskan pada pendalaman materi, penguatan kolaborasi, serta penyelarasan strategi pengembangan inovasi daerah.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Ketua Tim Inovasi BRIDA Kota Makassar, Dr. Muhammad Amri Akbar, S.P., M.Si., memimpin jalannya forum. Kegiatan yang merupakan bagian dari Subkegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Kelembagaan Riset dan Inovasi ini bertujuan memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah agar semakin adaptif, kolaboratif, dan mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan Kota Makassar.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Baca Juga : Sekda Makassar Jadi Narasumber PKP Kemendagri: Urai Manajemen Mutu Birokrasi
Amri Akbar mengatakan, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarperangkat daerah sekaligus meningkatkan kualitas inovasi yang dihasilkan.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
“Melalui forum ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat antarperangkat daerah dalam mengembangkan inovasi. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan setiap inovasi memiliki kualitas, manfaat, dan keberlanjutan sehingga dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendukung pembangunan Kota Makassar,” ujarnya.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Untuk mendukung tujuan tersebut, para inovator memperoleh pendampingan intensif dari tim fasilitator yang terdiri atas Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., Masriani Mahyuddin, S.E., M.Acc., dan Dr. Ria Rezeki Sudarmin, M.Kes. Pendampingan difokuskan pada penyempurnaan substansi inovasi, penyusunan profil inovator, serta penginputan data ke dalam sistem secara sistematis dan terintegrasi.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh ekosistem layanan digital BRIDA Kota Makassar, yang meliputi SIGAP BRIDA sebagai portal layanan terintegrasi, SIGAP INOVASI untuk pengelolaan inovasi daerah, SIGAP INKUBATORMA sebagai media pendampingan dan inkubasi inovasi, serta Open Journal System (OJS) BRIDA sebagai sarana publikasi karya ilmiah.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Antusiasme peserta pada hari kedua pelaksanaan terlihat dari tingginya partisipasi inovator.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Berdasarkan data panitia, sebanyak 22 agen perubahan yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan puskesmas di Kota Makassar mengikuti forum dengan membawa beragam gagasan inovatif.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital
Melalui kegiatan ini, BRIDA Kota Makassar berharap lahir inovasi-inovasi yang implementatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan daerah. (*)

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja
Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Penguatan Regulasi Layanan Kesehatan Mental Digital

