0%
logo header
Selasa, 14 Juli 2026 13:38

Forum Riset dan Inovasi 2026, BRIDA Makassar Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Forum Riset dan Inovasi 2026, BRIDA Makassar Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Forum Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 BRIDA Makassar sebagai upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar resmi menggelar Forum Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

banner pdam

Kegiatan yang merupakan bagian dari fasilitasi dan pembinaan kelembagaan inovasi ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Rabu (15/7/2026), di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kota Makassar.

iklan pemprov sulsel

Forum dibuka oleh Ketua Tim Inovasi BRIDA Kota Makassar, Dr. Muhammad Amri Akbar, S.P., M.Si., yang sekaligus memimpin jalannya kegiatan pada hari pertama.

Baca Juga : Pameran “Satu Gedung Banyak Cerita” Padukan Sejarah dan Musik di Museum Makassar

Dalam sambutannya, Amri Akbar menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Forum ini bukan sekadar ajang mempresentasikan inovasi, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk menyempurnakan gagasan, memperkuat implementasi, dan memastikan setiap inovasi mampu memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik serta percepatan pembangunan Kota Makassar. Karena itu, kami mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus menghadirkan inovasi yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Amri Akbar.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun budaya inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Selama pelaksanaan forum, proses evaluasi dan penyempurnaan inovasi didampingi oleh tim fasilitator yang terdiri atas Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., Masriani Mahyuddin, S.E., M.Acc., dan Dr. Ria Rezeki Sudarmin, M.Kes. Para fasilitator memberikan masukan terhadap substansi inovasi sekaligus mendampingi proses penginputan data ke dalam sistem pemerintah.

BRIDA Kota Makassar juga terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola inovasi melalui ekosistem layanan yang terintegrasi. Seluruh proses inkubasi inovasi didukung oleh platform SIGAP BRIDA, SIGAP INOVASI, dan SIGAP INKUBATORMA.

Sementara itu, publikasi hasil riset dan inovasi difasilitasi melalui Open Journal System (OJS) BRIDA guna meningkatkan transparansi dan akses informasi bagi masyarakat.

Baca Juga : Sekda Makassar Jadi Narasumber PKP Kemendagri: Urai Manajemen Mutu Birokrasi

Pada hari pertama, forum menghadirkan presentasi dari tiga inovator perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Presentasi diawali oleh Andi Putra Jaya dari Bagian Hukum dengan inovasi JDIH Assistant, sebuah layanan digital yang dikembangkan untuk meningkatkan akses terhadap informasi dan dokumentasi hukum.

Selanjutnya, Dinas Pemuda dan Olahraga memaparkan dua inovasi. Inovasi pertama disampaikan oleh Ilham Tasbi, S.Kom., melalui DASHPORA (Dashboard Perencanaan, Pemuda, dan Olahraga) yang dirancang untuk memperkuat tata kelola data perencanaan.

Baca Juga : SAKIP Stagnan di Predikat B, BRIDA Makassar Dorong Perubahan Orientasi Kinerja

Adapun inovasi kedua dipresentasikan oleh Choaz Bone Randa Lembang, S.Kom., melalui Sistem Pengamanan Administrasi Penggunaan Barang Milik Daerah, yang bertujuan meningkatkan pengamanan administrasi serta akuntabilitas pengelolaan aset daerah.

Forum Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 akan berlanjut hingga Rabu (15/7/2026) dengan menghadirkan berbagai inovasi dari perangkat daerah lainnya. Melalui forum ini, BRIDA Kota Makassar berharap lahir inovasi-inovasi yang berkualitas, aplikatif, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan Kota Makassar. (*)