MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelepasan ekspor PT Onstar Pop Farm (OSP Farm), UMKM asal Kabupaten Luwu, yang kembali mengirimkan 10,2 ton kemiri ke Jeddah, Arab Saudi, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Pelepasan ekspor tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimana, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Ekspor kali ini merupakan pengiriman kedua OSP Farm setelah ekspor perdana sebanyak 10 ton pada awal 2026. Dengan demikian, total ekspor kemiri yang telah direalisasikan mencapai sekitar 20 ton atau seperempat dari komitmen ekspor sebesar 80 ton dalam kurun waktu dua tahun.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Baca Juga : Kallafriends Ramaikan MHM 2026: Polaroid Keliling Rp5.000 & Lucky Spin Hadir di Losari
Keberhasilan tersebut tidak hanya memperluas akses pasar internasional bagi UMKM Sulawesi Selatan, tetapi juga meningkatkan permintaan terhadap komoditas kemiri dari petani lokal sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Capaian OSP Farm merupakan hasil pendampingan berkelanjutan melalui program UMKM REWAKO Ekspor yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui program tersebut, OSP Farm memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, hingga fasilitasi mengikuti ajang Trade Expo Indonesia (TEI) dan Anging Mamiri Business Fair (AMBF).

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Serangkaian pembinaan tersebut berhasil mempertemukan OSP Farm dengan pembeli internasional hingga menghasilkan kontrak ekspor yang kini mulai direalisasikan secara bertahap.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimana, mengatakan keberhasilan OSP Farm menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka akses ke pasar global.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
“Keberhasilan OSP Farm menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan, UMKM Sulawesi Selatan mampu bersaing di pasar internasional. Program UMKM REWAKO Ekspor kami hadir untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, dan menciptakan lebih banyak UMKM berorientasi ekspor yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujar Rizki Ernadi Wimana.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Menurut Rizki, keberhasilan ekspor tersebut juga memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah karena mampu meningkatkan permintaan bahan baku dari petani, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan UMKM melalui program UMKM REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable) maupun berbagai program pengembangan lainnya.

Baca Juga : Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Diperkuat, BI Sulsel Gagas Training of Trainers
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
Melalui upaya tersebut, Bank Indonesia berharap semakin banyak UMKM Sulawesi Selatan yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas akses pasar ekspor, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

