0%
logo header
banner dprd makassar
Rabu, 28 September 2022 21:19

Terbanyak di Sulsel Usul KI ke Kemenkumham, Danny Pomanto Terima Penghargaan Nasional

Terbanyak di Sulsel Usul KI ke Kemenkumham, Danny Pomanto Terima Penghargaan Nasional

Kemenkumham memberi apresiasi Pemkot Makassar yang dipimpin Danny Pomanto karena mengusulkan Kekayaan Intelektual (KI) dengan jumlah tertinggi di Sulawesi Selatan pada 2020-2021.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Penghargaan itu diberikan langsung Menkumham Yasonna H Laoly kepada Wali Kota Makassar Danny Pomanto pada acara Yasonna Mendengar di Hall Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (28/9).

Kemenkumham memberi apresiasi Pemkot Makassar yang dipimpin Danny Pomanto karena mengusulkan Kekayaan Intelektual (KI) dengan jumlah tertinggi di Sulawesi Selatan pada 2020-2021.

Baca Juga : Dana Transfer Pusat Kota Makassar Rp2 Triliun, Danny Pomanto: Tender Dini!

“Pemerintah kota sangat peduli pada perlindungan KI. Hal ini penting untuk melindungi karya intelektual diberbagai bidang sekaligus memotivasi inovator untuk terus berkarya,” kata Danny Pomanto.

Ada lima KI yang dicatatkan Kemenkumham. Yakni, Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional seperti Kondo Buleng Makassar, Badik Makassar, Pepe’ Pepeka Ri Makassar, dan A’Raga.

Sementara Perlindungan Pengetahuan Tradisional, Pemkot Makassar dalam hal ini Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengusulkan Coto Makassar.

Baca Juga : Tercatat Aset Perusda, Pemprov Sulsel Sulit Ambilalih Terminal Malengkeri

“Ini berarti menjaga legalitas karya memang sangat dibutuhkan, karena kita tidak mau apa yang sudah menjadi budaya kita selama ini diambil pihak lain,” ucapnya.

Terkait KI, Pemkot Makassar juga sudah melakukan penandatanganan Momerandum Of Understanding (MoU) dengan Kemenkumham Sulsel akhir Mei 2022 lalu.

Perjanjian kerjasama mengenai KI tersebut menjadi perlindungan hukum. Juga mendorong inovasi yang dihasilkan OPD Pemkot Makassar mendapatkan KI.

Baca Juga : Bima Arya Puji Pelaksanaan Rakernis APEKSI 2022 di Makassar

“Dengan begitu, tidak ada duplikat hak atau inovasi. Hal ini tentunya akan melindungi inovasi-inovasi kita di pemerintah kota,” tutupnya.