0%
logo header
Selasa, 19 Mei 2026 14:15

Terima Peserta PKA, Sekda Makassar Paparkan Strategi Pembangunan dan Investasi

Terima Peserta PKA, Sekda Makassar Paparkan Strategi Pembangunan dan Investasi

Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah. Ia juga menyambut para peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 yang melakukan studi lapangan di Kota Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menerima rombongan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan I Kabupaten Halmahera Selatan di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (19/5).

banner pdam

Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah. Ia juga menyambut para peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 yang melakukan studi lapangan di Kota Makassar.

“Momentum ini sangat penting dan strategis untuk saling bertukar informasi serta menambah wawasan. Tidak hanya Kota Makassar yang berbagi inovasi, tetapi kami juga ingin belajar dari Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar Andi Zulkifly.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan SOP Terpadu Penanganan ODGJ

Ia menilai, pelatihan kepemimpinan administrasi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Sekarang setiap daerah dituntut terus melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan pelayanan publik.

Inovasi itu harus bisa dijalankan, dibuktikan manfaatnya, serta memiliki dampak nyata,” kata Andi Zulkifly.

Baca Juga : Pengukuhan Ganti Antar Waktu: KORPRI Makassar Diminta Lebih Adaptif, Profesional, dan Responsif

Dalam pemaparannya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu memperkenalkan profil Kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kota Makassar saat ini adalah menekan angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 9,60 persen.

Hal itu dipengaruhi tingginya arus urbanisasi ke Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa di Indonesia Timur.

Baca Juga : 64 Peserta Ikuti Wawancara Seleksi Pimpinan Baznas Makassar

“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.

Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen.

Pemkot Makassar, kata dia, terus berupaya meningkatkan investasi dan mendorong iklim usaha yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Beri Arahan Camat se-Makassar, Benahi Sistem Perparkiran Berbasis Data

“Kami terus mempromosikan Kota Makassar agar investor dan masyarakat tertarik datang ke sini, baik untuk berinvestasi, berwisata, maupun menggelar kegiatan nasional dan internasional,” ujarnya.

Andi Zulkifly turut menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Makassar yang tertuang dalam visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.

Beberapa program tersebut di antaranya Makassar Super Apps “Lontara”, pemasangan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, iuran sampah gratis bagi pelanggan listrik 450 hingga 900 VA, hingga pembangunan stadion bertaraf internasional.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Beri Arahan Camat se-Makassar, Benahi Sistem Perparkiran Berbasis Data

Ia mengatakan, aplikasi “Lontara” menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik di Kota Makassar dengan mengintegrasikan berbagai layanan dan kanal pengaduan masyarakat dalam satu platform.

“Dulu setiap SKPD memiliki aplikasi masing-masing sehingga masyarakat kesulitan. Sekarang kami integrasikan ke dalam satu aplikasi agar pelayanan lebih mudah dan efektif,” katanya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program Makassar Creative Hub sebagai wadah pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Beri Arahan Camat se-Makassar, Benahi Sistem Perparkiran Berbasis Data

“Melalui program ini kami mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan baru yang dapat membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Namun, ia mengakui masih terdapat kesenjangan literasi teknologi di tengah masyarakat.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Beri Arahan Camat se-Makassar, Benahi Sistem Perparkiran Berbasis Data

“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” tuturnya.

Kegiatan studi lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar.

Di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Arlin Ariesta serta perwakilan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar. (*)