0%
logo header
banner dprd makassar
Rabu, 20 Oktober 2021 14:30

Sebulan, Satpol PP Makassar Jaring 165 Anjal dan Gepeng

Petugas TCR Saribattang menjaring anjal-gepeng di Kota Makassar || ist
Petugas TCR Saribattang menjaring anjal-gepeng di Kota Makassar || ist

Satpol PP Makassar kian intens melakukan operasi zero untuk menjaring anjal dan gepeng di Kota Makassar. Sejak 21 September hingga 19 Oktober 2021, Satpol PP Makassar berhasil menjaring 165 anjal dan gepeng di delapan kecamatan.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar kian intens melakukan operasi zero untuk menjaring anjal dan gepeng di Kota Makassar.

Sejak 21 September hingga 19 Oktober 2021, Satpol PP Makassar berhasil menjaring 165 anjal dan gepeng di delapan kecamatan.

Diantaranya, Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, Makassar, Panakkukang, Rappocini, Bontoala, dan Tamalanrea.

Baca Juga : Tekan Angka Anak Jalanan, Pemkot Makassar Siapkan Aplikasi Agangku

Plt Kepala Satpol PP Makassar, Iqbal Asnan terus memaksimalkan operasi zero untuk meminimalisir aktivitas anjal dan gepeng yang kerap meresahkan masyarakat.

“Petugas terus beroperasi mulai pagi hingga sore, harapan kita sebelum akhir tahun Kota Makassar sudah zero anjal dan gepeng,” kata Iqbal, Rabu (20/10).

Dia menyebutkan hingga 19 Oktober 2021, sudah ada sepuluh kecamatan yang disasar petugas. Termasuk Kecamatan Biringkanayya dan Tamalate.

Baca Juga : Sambangi Tiga Longwis, Kadinsos Temukan Anak Putus Sekolah

Hanya saja, petugas belum menjaring satupun anjal dan gepeng di dua wilayah tersebut.

Dari sepuluh kecamatan, lanjut Iqbal, Kecamatan Ujung Pandang paling banyak terjaring anjal dan gepeng. Jumlahnya mencapai 89 orang.

Selanjutnya Kecamatan Panakkukang 21 orang, Makassar 19 orang, Mamajang 12 orang, Mariso sembilan orang.

Baca Juga : Pendekatan Persuasif Wakil Wali Kota Ingatkan Anjal-Gepeng Tak Turun ke Jalan

Rappocini enam orang, Tamalanrea lima orang, dan Bontoala empat orang.

“Total sampai 19 Oktober kemarin sudah ada 165 anjal dan gepeng yang kita jaring. Tiap hari kalau ada yang terjaring, langsung kita serahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Makassar,” ucap dia.