0%
logo header
Jumat, 29 Mei 2026 18:22

Mahasiswa UC Makassar Bantu Digitalisasi Financial untuk UMKM Basso Sardjana

Mahasiswa UC Makassar Bantu Digitalisasi Financial untuk UMKM Basso Sardjana

Mahasiswa UC Makassar Bantu Digitalisasi Financial untuk UMKM Basso Sardjana

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Mahasiswa UC Makassar kembali menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan observasi dan pengabdian kepada UMKM lokal.

banner pdam

Melalui mata kuliah Financial Management yang diampu oleh Yuyun Karystin Meilisa Suade, S.M., M.M., mahasiswa melakukan pendampingan literasi keuangan digital pada UMKM kuliner Basso Sardjana yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok 1 Financial Management yang terdiri atas Bryan Alfendy Liang, Florencia Jessica Liady, Jocelyn Samarie Bun, Naura Alfi Athiyyah, Thahara Nurfazila W, Rifka Aulia Amiyanti, Kezia Aurellia Valencia, Rhevin Tjoputra, Endino Jibril, dan Javier Christopher Yip.

Baca Juga : Idrus Marham Ajak Alumni UIN Alauddin Konsolidasi untuk Kemajuan Umat dan Bangsa

Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami pentingnya digitalisasi keuangan dan operasional usaha di era modern. Basso Sardjana merupakan usaha bakso milik Acos yang berada di depan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Gowa, dan mulai beroperasi sejak Mei 2026.

Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa menemukan bahwa sistem operasional usaha masih dilakukan secara manual. Pencatatan transaksi masih menggunakan buku jurnal, usaha belum memiliki media sosial, serta belum terdaftar di Google Maps sehingga pelanggan kesulitan memperoleh informasi operasional secara real time.

Selain itu, meskipun usaha tersebut telah menerima pembayaran digital melalui QRIS dan e-wallet, sistem pembayaran yang digunakan dinilai masih memiliki risiko kesalahan transaksi karena belum dilengkapi notifikasi suara otomatis.

Baca Juga : UNM Juara Umum Abdidaya Ormawa 2025

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UC Makassar memberikan sejumlah rekomendasi digitalisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Solusi yang ditawarkan meliputi penggunaan struk digital melalui nomor telepon pelanggan, sistem pemesanan berbasis barcode, rekap penjualan otomatis, penggunaan QRIS dengan notifikasi suara, hingga pembuatan akun Google Maps dan WhatsApp Business.

Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya keamanan transaksi digital serta kewaspadaan terhadap penipuan daring. Edukasi ini diberikan karena pemilik usaha pernah mengalami penipuan digital melalui tautan palsu yang dikirim lewat WhatsApp.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pemilik UMKM Basso Sardjana. Acos selaku pemilik usaha mengatakan program pengabdian masyarakat seperti ini sangat membantu UMKM yang masih dalam tahap berkembang.

Baca Juga : Hasil MTQ Mahasiswa Nasional 2025: UNM Raih Dua Medali, Akhiri Puasa Gelar

“Program pengabdian masyarakat seperti ini sangat berguna bagi UMKM kami yang masih baru. Kami jadi lebih memahami bagaimana usaha dapat berkembang dengan memanfaatkan sistem digital,” ujarnya.

Menurut mahasiswa UC Makassar, digitalisasi merupakan langkah penting agar UMKM mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan pelayanan cepat serta pembayaran non-tunai.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap UMKM lokal dapat berkembang lebih modern, memiliki pengelolaan keuangan yang lebih rapi, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Baca Juga : Spesial di Unismuh, Kalla Campus Talks Ulas Peluang Karier dan Program Beasiswa

Program tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku UMKM dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat lokal di era digital. (*)