0%
logo header
Rabu, 14 Januari 2026 22:03

Pemkot Makassar Sulap Mobil Bekas Jadi Armada TRC Saribattang untuk Perkuat Layanan Sosial

Pemkot Makassar Sulap Mobil Bekas Jadi Armada TRC Saribattang untuk Perkuat Layanan Sosial

Enam unit TRS Saribattang Dinas Sosial resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1).

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengambil langkah inovatif dengan menyulap mobil-mobil bekas menjadi kendaraan laik pakai.

banner pdam

Kendaraan yang diberi nama TRC Saribattang, digunakan guna untuk menunjang penanganan anak jalanan (anjal), penyaluran bantuan sosial, hingga kegiatan penjangkauan dan razia terpadu.

Enam unit TRS Saribattang Dinas Sosial resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1).

Baca Juga : Pemkot Makassar Libatkan LAN RI Kaji Ulang TPP ASN dan Gaji PJLP

TRC Saribattang merupakan simbol keseriusan pemerintah kota dalam memperkuat layanan sosial yang humanis, cepat, dan tepat sasaran.

Wali Kota, Munafri Arifuddin, mengapresiasi langkah inovatif Dinas Sosial yang berhasil memanfaatkan aset kendaraan idle menjadi armada operasional penjangkauan sosial.

“Menurut saya, ini sesuatu yang sangat kreatif yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas Sosial. Ini memperlihatkan bahwa ketika ada niat dan upaya, insyaallah akan berbuah hasil yang baik,” ujarnya.

Baca Juga : Lantik 167 PNS, Wali Kota Makassar Tekankan Profesionalisme dan Semangat Melayani

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan penjangkauan sosial sebelumnya telah diusulkan oleh Dinas Sosial.

Menindaklanjuti usulan tersebut, pemerintah kota memaksimalkan pemanfaatan sejumlah kendaraan aset daerah yang telah lama tidak digunakan untuk direvitalisasi dan dioperasikan kembali guna menunjang pelayanan sosial.

“Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin

“Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik,” sambung Appi.

Munafri bahkan membuka peluang penambahan kendaraan jika masih terdapat aset serupa yang belum dimanfaatkan dan menjadi contoh bagi OPD lainnya.

“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegasnya.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

Menurutnya, optimalisasi aset idle merupakan solusi cerdas dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Kendaraan operasional yang telah dibranding Dinas Sosial tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan di lapangan, khususnya dalam mendukung penanganan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan maksimal.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Munafri optimistis dengan sedikit perbaikan, kendaraan-kendaraan tersebut masih sangat layak dan dapat difungsikan kembali untuk menunjang operasional.

Kehadiran armada operasional ini diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutup Munafri.

Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufrie, menjelaskan bahwa kendaraan operasional yang diluncurkan merupakan hasil optimalisasi aset pemerintah kota yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Kendaraan tersebut kini difungsikan untuk mendukung kegiatan penjangkauan dan pelayanan sosial di lapangan.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Mobil yang kita maksimalkan ini. Satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas,” ungkap Andi Bukti Djufrie.

Ia menyampaikan, kendaraan tersebut telah melalui proses rebranding sehingga layak digunakan sebagai armada operasional Dinas Sosial.

Proses tersebut sepenuhnya didukung dari sisi anggaran oleh pihak internal yang terlibat. Lanjut dia, ini merupakan hasil branding oleh salah satu kepala bidang di Dinsos.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dengan adanya mobil ini, sangat membantu teman-teman di rehabilitasi sosial (resos) dalam melakukan penjangkauan,” jelasnya.

Menurut Andi Bukti, keberadaan armada operasional tersebut sangat penting untuk mendukung mobilitas petugas dalam menjangkau persoalan-persoalan sosial yang membutuhkan penanganan cepat dan responsif.

Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan lanjutan dari wali kota, khususnya dalam pemanfaatan aset kendaraan lain yang masih berstatus idle.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

Dia menegaskan, optimalisasi aset daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sosial tanpa harus bergantung pada anggaran besar.

“Pemanfaatan kendaraan yang ada akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan masalah sosial di Kota Makassar,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, menjelaskan bahwa saat ini Dinas Sosial telah menyiapkan enam unit.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

Dimana, kendaraan operasional penjangkauan yang digunakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang untuk menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Zuhur mengungkapkan, TRC Saribattang merupakan tim gabungan yang melibatkan Dinas Sosial Kota Makassar, Kepolisian, Satpol PP, serta unsur TNI.

Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan penanganan masalah sosial berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Zuhur.

Ia menjelaskan, penjangkauan dilakukan dengan mengacu pada laporan yang masuk melalui aplikasi Lontara.

Salah satu fokus utama penanganan adalah anak jalanan yang kerap beraktivitas di persimpangan lampu merah maupun titik-titik rawan lainnya.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara,” jelasnya.

Selain anak jalanan, TRC Saribattang juga melakukan penanganan terhadap kelompok rentan lainnya, seperti orang terlantar dan lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal.

” Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

“Jika yang dibutuhkan bersifat mendesak seperti makanan, maka langsung kami bantu,” lanjut dia.

Mantan Kabag Protokol Pemkot Makassar ini menambahkan, penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan fasilitas penampungan milik Kementerian Sosial yang berada di Makassar.

“Untuk penanganan lanjutan, kami juga berkolaborasi dengan penampungan yang ada di bawah Kementerian Sosial di Kota Makassar, sehingga perhatian dan perlindungan terhadap warga yang membutuhkan bisa lebih optimal,” tutupnya.