0%
logo header
Selasa, 21 Juli 2026 18:04

PKP Angkatan XXIV: Sekda Makassar Tekankan Pentingnya Manajemen Mutu untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

PKP Angkatan XXIV: Sekda Makassar Tekankan Pentingnya Manajemen Mutu untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly didaulat menjadi narasumber Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan XXIV lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly didaulat menjadi narasumber Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan XXIV lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Selasa (21/7).

banner pdam

Agenda ini diikuti 40 peserta baik lurah maupun kepala sub bagian (Kasubag) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tema Manajemen Mutu: Membangun Budaya Kinerja yang Bermutu dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Makassar bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulsel.

Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan aparatur sipil negara (ASN) harus mengedepankan kualitas pelayanan publik melalui penerapan manajemen mutu yang terukur, sistematis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Baca Juga : Sekda Zulkifly Terima Kunjungan Bupati OKI: Bahas Investasi hingga Infrastruktur

Selain itu, kata Sekda Andi Zulkifly setiap organisasi pemerintah merupakan organisasi nirlaba (nonprofit) yang memiliki tujuan utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan mengejar keuntungan sebagaimana perusahaan swasta.

“Organisasi pemerintah berbeda dengan organisasi bisnis. Kalau perusahaan berorientasi pada keuntungan, maka organisasi pemerintah berorientasi pada pelayanan. Tugas kita adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas dan memuaskan,” ujar Andi Zulkifly.

Mantan Lurah Lakkang itu menjelaskan konsep manajemen mutu yang selama ini banyak diterapkan di sektor bisnis dapat diadopsi dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan penyesuaian pada tujuan organisasi.

Baca Juga : Menang Kasasi, Sekda Makassar Dorong Pengamanan Lahan 15 Hektar Milik Pemkot di Manggala

Fokus utamanya bukan menghasilkan laba, melainkan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap perangkat daerah harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, standar pelayanan yang terukur, serta mekanisme evaluasi untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Kita harus memiliki standar pelayanan, mengukur pelaksanaannya, kemudian mengevaluasi apakah masyarakat sudah puas atau belum. Tanpa pengukuran mutu, kita tidak akan pernah mengetahui kualitas pelayanan yang kita berikan,” katanya.

Baca Juga : Dilantik Jadi PPATS, Camat Diminta Cegah Sengketa Tanah Lewat Edukasi Masyarakat

Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh proses pelayanan.

Menurutnya, pengawasan menjadi instrumen untuk memastikan bahwa pelayanan berjalan sesuai prosedur, transparan, efektif, dan akuntabel.

Selain sistem dan prosedur, mantan Camat Ujung Pandang ini menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan publik.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan RKPD 2027, Fokus Layanan Dasar Masyarakat

Kompetensi ASN, kata dia, tidak hanya diukur dari pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dari sikap serta etika dalam melayani masyarakat.

“Kompetensi itu merupakan gabungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Seseorang bisa saja sangat pintar, tetapi jika sikap pelayanannya tidak baik, maka kualitas pelayanannya tetap tidak akan maksimal,” jelasnya.

Ia mengingatkan para peserta agar memahami bahwa menjadi ASN merupakan amanah sebagai pelayan masyarakat.

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan RKPD 2027, Fokus Layanan Dasar Masyarakat

Karena itu, seluruh aparatur dituntut membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

“Kita sudah memilih menjadi pelayan masyarakat. Karena itu, orientasi kita bukan mencari keuntungan, tetapi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Budaya kerja yang baik harus dibangun mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai,” tegas Andi Zulkifly.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Makassar juga mendorong setiap unit kerja untuk secara rutin melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan, termasuk mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki proses kerja, serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Baca Juga : Pemkot Makassar Matangkan RKPD 2027, Fokus Layanan Dasar Masyarakat

“Kita harap seluruh ASN mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan publik di Kota Makassar semakin efektif, profesional, dan mampu memenuhi harapan masyarakat,” tegasnya. (*)