0%
logo header
Sabtu, 16 Maret 2024 22:43

Pemkot Makassar Godok Perubahan Perwali Retribusi Sampah

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Perubahan Perwali Retribusi Sampah bersama Canat-Lurah di Amirullah, Sabtu (16/3) || istimewa
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Perubahan Perwali Retribusi Sampah bersama Canat-Lurah di Amirullah, Sabtu (16/3) || istimewa

Perubahan ini merupakan tindaklanjut pasca terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang ditetapkan tertanggal 5 Januari 2024

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar mulai menggodok perubahan Perwali 56 Tahun 2015 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan.

Perubahan ini merupakan tindaklanjut pasca terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang ditetapkan tertanggal 5 Januari 2024.

Untuk itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengumpulkan camat dan lurah membahas pelayanan dan penarikan retribusi persampahan, di DP Hall Jalan Amirullah, Sabtu (16/3).

Baca Juga : Danny Pomanto Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kecamatan Makassar: Moment Konsolidasi Hadapi Program Pembangunan dan Pilkada 2024

Danny Pomanto juga ingin menata ulang manajemen persampahan di Kota Makassar. Khususnya mendata secara detail para wajib retribusi sampah.

Karenanya itu, hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ferdy Mochtar dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Muh Hatim.

Juga Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Andi Zulkifli Nanda, dan Tim Ahli Wali Kota Makassar Ihsan Latief

Baca Juga : Berbagi Keberkahan di Bulan Suci Ramadan, Komunitas Golorong Bagi-Bagi Iftar di AP Pettarani

“Saya perintahkan Pak Ferdy dan Disdukcapil untuk menyusun daftar wajib retribusi sampah,” ujarnya.

Katanya, pemerintah kota melalui Bagian Hukum akan membuat perwali turunan dari Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Seluruh camat dan lurah diminta untuk memasukkan data potensi retribusi sampah yang ada di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga : Libatkan 20 Ribu Peserta, Pemkot Bakal Gelar Pawai Obor Meriahkan Malam Takbiran di Makassar

Retribusi sampah untuk kategori bisnis dan industri harus mendapat intervensi karena potensinya cukup besar dibandingkan sampah kategori rumah tangga.

“Ini harus kita barengi dengan pengambilan sampah yang jauh lebih baik. Kota ini harus bersih,” tegas Danny Pomanto.

Sementara itu, Kepala DLH Makassar Ferdy Mochtar menyampaikan rencana perubahan Perwali Nomor 56 Tahun 2015 masih dalam tahap pendataan.

Baca Juga : Camat Panakkukang Edukasi Manajemen MP Soal Retribusi Persampahan

“Jadi ini adalah perwali baru turunan dari Perda Nomor 1 Tahun 2024. Perwali baru ini akan menjadi rujukan besaran tarif pembayaran sampah mulai tingkat rumah tangga, bisnis, industri, hingga fasilitas umum,” beber Ferdy.