0%
logo header
Jumat, 23 Februari 2024 20:17

Masuk Nomonasi PPD 2024, Danny Pomanto Paparkan Appakabaji Inovasi Dinas Koperasi dan UKM

Masuk Nomonasi PPD 2024, Danny Pomanto Paparkan Appakabaji Inovasi Dinas Koperasi dan UKM

Kota Makassar kembali masuk nomonasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2024 bersama 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kota Makassar kembali masuk nomonasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II bersama 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengikutkan Appakabaji UMKM inovasi Dinas Koperasi dan UKM dalam penilaian PPD tingkat provinsi.

Keunggulan Appakabaji UMKM dipresentasikan langsung Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dihadapan Tim Penilai di Hotel Ibis Styles, Jumat (23/2).

Baca Juga : Danny Pomanto Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kecamatan Makassar: Moment Konsolidasi Hadapi Program Pembangunan dan Pilkada 2024

Danny Pomanto mengatakan Appakabaji UMKM merupakan program terintegrasi dengan Lorong Wisata yang juga diikutkan di PPD 2023 tahun lalu.

Di mana inovasi Appakabaji melalui Inkubator Center lahir untuk memperbaiki ekosistem dan kualitas produk UMKM yang ada di Makassar.

“Terkhusus lagi UMKM di Lorong Wisata, itu kita inkubasi sehingga tidak lagi menjadi UMKM biasa tapi sudah menjadi startup lorong,” kata Danny Pomanto.

Baca Juga : Berbagi Keberkahan di Bulan Suci Ramadan, Komunitas Golorong Bagi-Bagi Iftar di AP Pettarani

Danny Pomanto menjelaskan alur kerja program Appakabaji dimulai dari Tim Enumenator turun ke lapangan melakukan pendataan pelaku UMKM di 153 kelurahan.

Data itu kemudian dimasukkan ke dalam website aplikasi Sistem Informasi Data Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (SidatuMiciko).

Sebelum masuk di Inkubator Center atau tahap inkubasi, pelaku UMKM melewati tahapan pra inkubasi atau kurasi klasifikasi.

Baca Juga : Libatkan 20 Ribu Peserta, Pemkot Bakal Gelar Pawai Obor Meriahkan Malam Takbiran di Makassar

“Kita juga ada 143 kontainer terpadu (Konter) dan ini menjadu bagian penting dalam pengembangan UMKM. Ada 21 konten di situ yang kita layani dan menjadi jembatan pelayanan publik yang terbaru. Di situ lah tempat konsultasi awal, terkhusus soal legalitas,” tuturnya.

Pelaku UMKM yang lolos ke tahap inkubasi akan mengikuti pelatihan dan konsultasi di Inkubator Center, dan terakhir adalah tahap akselerasi atau akses perbankan, pemasaran hingga partnership sehingga bisa menjadi kelompok bisnis yang kuat atau reselient.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muhammad Rheza menjelaskan Appakabaji adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan guna untuk meng-upgrade produk UMKM.

Baca Juga : Danny Pomanto Sebut Belum Dapat Laporan Kendala Distribusi Gas LPG

“Kami tidak sekadar menunggu, tapi kami jemput bola sekaligus mendata pelaku UMKM,” ungkap Rheza.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, ada 2.162 UMKM yang masuk di tahap pra-inkubasi. Namun setelah dilakukan kurasi klasifikasi hanya 510 UMKM yang lolos ke tapah inkubasi, dan 113 yang sampai ke tahap akselerasi.

“Jadi 113 UMKM ini yang ibaratnya sekolah sudah lulus dan siap bersaing di luar. Bahkan ada yang sudah terdaftar di e-katalog,” tutupnya.