MAKASSAR, KATABERITA.CO – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi, seperti inflasi, sistem pembayaran digital, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masih menjadi tantangan di Sulawesi Selatan.

Kondisi ini dinilai memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi sehari-hari serta mendukung kemandirian ekonomi daerah.
Menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menggelar pertemuan bersama insan media guna memperkuat peran media dalam penyebaran informasi ekonomi kepada publik.
Baca Juga : Pengurus Hipmi Properti Sulsel 2026–2027 Dilantik, Dorong Sinergi Sektor Real Estat
Kegiatan yang dikemas dalam agenda silaturahmi ini mengusung tema “Satu Narasi Sejuta Literasi untuk Ekonomi Sulsel yang Mandiri,” di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Rabu (14/1).
Bank Indonesia menilai media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan ekonomi dan masyarakat. Informasi terkait stabilitas sistem keuangan, pengendalian inflasi, hingga program pengembangan ekonomi daerah perlu disampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami agar memberikan dampak nyata bagi publik.
Kepala Humas BI Sulsel, Aswin Gantina, menyampaikan kondisi perekonomian Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 berjalan kondusif dan menunjukkan tren positif, seiring dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi berbagai pihak, termasuk media.
Baca Juga : DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026: BI Ungkap Tantangan Efisiensi Investasi, Sulsel Perkuat Strategi Hilirisasi
“Alhamdulillah, aktivitas perekonomian di Sulawesi Selatan selama 2025 berjalan sangat kondusif dan positif. Inflasi tercatat sebesar 2,84 persen, masih berada di bawah angka nasional,” ungkap Aswin.
Ia menambahkan, untuk angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan, pihaknya masih menunggu rilis resmi. Namun demikian, BI Sulsel berharap capaian pertumbuhan ekonomi daerah dapat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Aswin, literasi ekonomi merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Media dinilai memiliki peran besar dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi yang kerap bersifat teknis dan kompleks.
Baca Juga : Program REWAKO 2026 Dimulai, BI Sulsel Targetkan UMKM Tembus Pasar Global
“Kolaborasi dengan media menjadi kunci agar pesan-pesan ekonomi dapat disampaikan secara sederhana, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas peran media, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan ekonomi terkini di Sulawesi Selatan. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain upaya menjaga stabilitas harga, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia dan media, diharapkan penyebaran informasi ekonomi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memahami kebijakan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan ke depan. (*/Ira)
Baca Juga : PESyar 2026: BI Sulsel Dorong Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial Perkuat Ekosistem Halal

