0%
logo header
Minggu, 27 Maret 2022 07:27

Evaluasi PPKM Luar Jawa-Bali, Gubernur: Kondisi Covid-19 di Sulsel Melandai

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman

Andi Sudirman melaporkan kondisi kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan yang sudah melandai dalam sepekan terakhir.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Luar Jawa-Bali, yang digelar secara virtual, Sabtu (26/3).

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman melaporkan kondisi kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan yang sudah melandai dalam sepekan terakhir.

“Data menunjukkan dalam seminggu terakhir terdapat 592 kasus konfirmasi baru dengan laju kasus konfirmasi 6,6 kasus per 100 ribu penduduk. Menurun 58% dibandingkan dengan satu minggu sebelumnya,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lantik Pengurus Baru Masjid 99 Kubah

Untuk angka positif rate, dia menyebutkan juga menurun signifikan dari periode minggu sebelumnya yakni dari 6,9% turun menjadi 3,8 %. Begitu pula dengan BOR (Bed Occupancy Rate) di rumah sakit. BOR Isolasi turun 7%, sedangkan BOR ICU turun 5%.

Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto itu juga digelar sekaligus untuk kesiapan menjelang Ramadan.

Penguatannya terkait peningkatan cakupan vaksinasi lengkap dan booster yang masih harus didorong oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Baca Juga : Presiden Jokowi Bakal Bangun Stadion di Kota Makassar Tahun Ini

Airlangga menegaskan, menjelang ramadan kepala daerah dan forkompimda dapat mendorong peningkatan cakupan vaksinasi dosis lengkap dan booster terutama untuk lansia di daerahnya masing-masing.

Sedangkan untuk ketentuan pelaksanaan PPKM selama bulan suci ramadan, Airlangga menyebutkan beberapa poin penting yang menjadi kesiapan menghadapi puasa dan Idul Fitri.

Seperti peningkatan cakupan vaksinasi dosis lengkap dan booster terutama untuk lansia. Dia juga menyebutkan penyiapan fasilitas kesehatan juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan stasus pasca ramadan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Usul 9.993 Formasi ASN 2024 di Kementrian PAN-RB

“Kepala daerah dan forkompimda melakukan komunikasi publik bahwa pemberian vaksinasi saat ramadan tidak membatalkan puasa, sesuai fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Penegakan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah salat tarwih, tadarus, dan salat Idul Fitri,” ucap Airlangga.