MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan kata kunci untuk menjadi seorang pemimpin adalah harus berani dan mendengarkan semua permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Danny Pomanto saat didaulat menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Kepemimpinan Nasional Leadership Talk with Chief of Staff of President bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, di Universitas Kristen Indonesia Paulus, Kamis (26/1).
Seminar ini mengangkat tema Move, Motivate, Make a Difference.
Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
Danny Pomanto menuturkan untuk menjadi seorang pemimpin harus dimulai dari diri sendiri terlebih dulu. Pasalnya dengan berhasil disiplin atas diri sendiri, maka selanjutnya dapat memimpin orang lain.
“Semua tentang kepemimpinan ialah harus berani seperti yang Pak Jenderal (Moeldoko) katakan, dan mulai dari diri sendiri karena pemimpin yang berhasil, disiplin terhadap dirinya maka selanjutnya bisa memimpin,” kata Danny Pomanto.
Selain itu, kata Danny Pomanto pemimpin juga harus pandai mendengarkan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan begitu, dia dapat memberikan solusi.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
Di samping itu, kata kunci lainnya ialah tanggung jawab, sebagaimana Pak Presiden Joko Widodo yang menjawab tantangan ke depan dengan berbagai macam kebijakan.
“Seperti kata Pak Jokowi yakin optimis tetapi tetap waspada. Artinya menjawab kesulitan orang. Saya tinggal di lorong, orang biasa jadi biasanya belum bertanya masyarakat saya tahu apa yang dibutuhkan,” kata dia.
Danny Pomanto bahkan memetakan di Indonesia ada pemimpin yang hanya mengurusi proyek, ada juga yang urus politik saja. Kedua hal itu jangan dicontoh.
Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial
Tetapi contohlah mereka yang menjadi pemimpin negarawan dan pemimpin peradaban karena dapat melihat dan memberikan kebijakan jauh ke depan.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terjadi krisis pangan, energi, financial global (keuangan), dan banyak negara menghadapinya hingga persoalan makanan, serta energi.
Moeldoko menuturkan para mahasiswa khususnya harus bersyukur karena kondisi demikian tidak terjadi di Indonesia.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
“Jadi kita optimis tetapi tetap harus waspada. Kita memiliki resource (sumber daya) luar biasa. Negara lain teknologi luar biasa tetapi tidak memiliki sumber daya manusia makanya kita harus manfaatkan itu,” kata Moeldoko di sela-sela seminar.
Moeldoko juga mengungkapkan bayangkan jika Indonesia memiliki keduanya maka Indonesia akan menjadi negara maju.
Olehnya itu, pihaknya saat ini menggencarkan penanganan stunting, pembenahan arsitektur kesehatan, hingga pendidikan.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
Pun pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan agar terjadi konektivitas, bukan saja fisik tetapi pembangunan peradaban manusianya jua.
Termasuk mereformasi birokrasi menjadi pelayanan digital, adanya MPP, transformasi ekonomi dengan membatasi ekspor dan memperkuat hilirisasi agar Indonesia menghasilkan lebih banyak nilai tambah dari produk.
“Kata kuncinya, Anda adalah penentu masa depan, kalian jangan mau jadi pewaris. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” kata Moeldoko kepada para mahasiswa UKI Paulus.

