0%
logo header
Selasa, 25 Juli 2023 23:12

Danny Pomanto Berbagi Strategi Politik Jadi Wali Kota Kepada Milenial dan Gen Z

Danny Pomanto Berbagi Strategi Politik Jadi Wali Kota Kepada Milenial dan Gen Z

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berbicara tentang Milenial di Pemilu 2024; Penggembira atau Penentu, orang nomor satu di Kota Makassar itu berbagi strategi saat maju di kontestasi politik.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tampil sebagai pembicara pada Talkshow Tribun Network, di Hotel Claro, Selasa (25/7).

Berbicara tentang Milenial di Pemilu 2024; Penggembira atau Penentu, orang nomor satu di Kota Makassar itu berbagi strategi saat maju di kontestasi politik.

Ia menceritakan pengalamannya di dunia politik terdapat perbedaan-perbedaan pendekatan terjun ke dunia politik hingga sekarang.

Baca Juga : Danny Pomanto Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kecamatan Makassar: Moment Konsolidasi Hadapi Program Pembangunan dan Pilkada 2024

Danny Pomanto mencontohkan, dahulu jika ada orang yang mau dipilih maka biasanya secara langsung datang menyapa dengan begitu langsung dipilih.

Kata Danny Pomanto, itu karena sang politisi dinilai sebagai orang yang sombere.

Namun ternyata pendekatan itu berubah. Seperti pada 2013 tidak cukup lagi dengan bertatap muka secara langsung tetapi mesti ada bukti.

Baca Juga : Berbagi Keberkahan di Bulan Suci Ramadan, Komunitas Golorong Bagi-Bagi Iftar di AP Pettarani

Lalu 2020 juga berbeda lagi. Mereka yang dilirik ialah mereka yang memiliki deposit sosial. Siapa yang memiliki deposito sosial maka dialah pemilik suara itu.

Dan tidak berhenti di situ, Danny Pomanto menilai pada 2024 atau tahun depan juga diprediksi berbeda.

Hal itu dikarenakan pemilih yang makin cerdas karena mereka didominasi oleh Milenial dan Gen z.

Baca Juga : Libatkan 20 Ribu Peserta, Pemkot Bakal Gelar Pawai Obor Meriahkan Malam Takbiran di Makassar

“Kalau dulu ada ideologi komunitas, kalau kita sentuh pimpinan komunitasnya maka semua ikut. Tetapi sekarang beda, makanya politisi harus punya strategi jitu lagi,” ucapnya.

Bukan tanpa alasan, perubahan itu, lanjut wali kota dua periode ini lantaran anak muda saat ini sangat terpengaruh oleh informasi makanya karakternya bersifat individual.

Ditambah lagi, orang Makassar memiliki karakter yang jauh beda dengan daerah lain.

Baca Juga : Danny Pomanto Sebut Belum Dapat Laporan Kendala Distribusi Gas LPG

“Di sini dalam satu rumah bisa ada 10 partai,” ungkapnya.

Olehnya dinamika politik di Kota Makassar begitu kuat. Bahkan disebutnya sebagai center (pusat) politik karena berhasil menghadirkan tiga bacapres secara langsung belum lama ini.

Meski begitu, dia menuturkan solusi pendekatan itu ialah dengan mampu mengambil hati voters Makassar.

Baca Juga : Danny Pomanto Sebut Belum Dapat Laporan Kendala Distribusi Gas LPG

“Jadi orang di Makassar harus diambil hatinya, kalau sudah diambil hatinya maka ikut semua,” imbuhnya disambut tepuk tangan peserta talkshow.

Danny Pomanto menekankan adanya upaya pencerdasan politik yang perlu dikampanyekan ditambah mitigasi yang dilakukan sedini mungkin.

Caranya melibatkan semua pihak dan mendengarkan semua pendapat.

Baca Juga : Danny Pomanto Sebut Belum Dapat Laporan Kendala Distribusi Gas LPG

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Hasbullah mengatakan warisan hak pilih dan dipilih bagi kaum milenial patut disyukuri.

Menurutnya, dulu saat di zaman athena kuno demokrasi langsung cenderung percaya dengan hasil undian.

Hal tersebut dikarenakan ada kesetaraan di tengah masyarakat baik intelektual maupun hak kepemilikan.

Baca Juga : Danny Pomanto Sebut Belum Dapat Laporan Kendala Distribusi Gas LPG

Inilah, sebut dia, sebagai konteks warisan terbaik yang penting bagi masyarakat dalam membangun peradaban demokrasi.

“Jangan sampai hak politik itu hilang, berbeda di beberapa negara dimana memilih itu adalah kewajiban seperti di Australia, Argentina,” jelasnya.