MAKASSAR, KATABERITA.CO – Welcome Dinner event Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) menjadi momentum untuk memperkenalkan Kota Makassar lebih dekat lagi di mata dunia.

Usai acara Opening Ceremony pagi tadi, Pemkot Makassar menjamu peserta delegasi dari 36 negara di Anjungan City Of Makassar, Senin (5/6) malam.
Menariknya, Danny Pomanto menampilkan beragam atraksi budaya sebagai upaya mendekatkan budaya Bugis-Makassar ke kanca dunia.
Baca Juga : Anggaran Pengadaan Randis Dialihkan, Fokus Program Strategis
“Lebih dekat dengan nyanyian Makassar, talentanya, makanannya, keadaannya jadi semuanya kita dekatkan,” kata Danny Pomanto.
Apalagi, tema MNEK; Partnership To Recover And To Rise Stronger, kata dia, memiliki kesamaan dengan tagline Makassar Recover.
Yang mana kata Recover menjadi kata kunci seperti Economic Recovery, Adaptasi Sosial dan Imunitas Kesehatan.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD
Sebagai pemimpin di Makassar, pihaknya tentu bangga pasalnya ada kepercayaan dalam pelaksanaan ini. Setelah mendapat moment ini, Danny mengaku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sehingga mampu menyukseskan acara.
“Kepercayaan itu kami tidak sia-siakan karena menyangkut harga diri Makassar; Siri Na Pacce. Kita menjaga harga diri bangsa di hadapan seluruh peserta MNEK,” tegasnya.
Ditambah lagi, dalam hitungannya sekira 100 jenderal lebih yang hadir dari 36 negara itu.
Baca Juga : Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota
Pun, dominannya para tamu menyukai makanan, budaya dan seluruh tentang Makassar.
Termasuk, Danny menceritakan sejarah Makassar dengan dunia Eropa yang belum banyak diketahui masyarakat
Ia menyebut keberanian para pelaut Makassar dan pernah menjadi pusat perdagangan internasional di timur Indonesia, telah memotivasinya untuk mengembalikan Makassar menjadi kota global.
Baca Juga : Tak Kenal WFH, Wali Kota Makassar Tancap Gas Benahi Krisis Sampah dari Hulu ke Hilir
“Oleh karena itu, kami secara aktif mempromosikan dan menjalankan program-program yang mendukung Makassar menjadi kota kelas dunia,” ucapnya.
Alumnus arsitektur Unhas ini juga mengungkapkan kesan para tamu bahwa mereka begitu menyukai masakan khas Makassar.
“Mereka senang sekali, mulai dari Sarabba’, Sanggara Balanda itu katanya tidak pernah merasakan kue seenak itu,” ungkapnya.
Baca Juga : Tak Kenal WFH, Wali Kota Makassar Tancap Gas Benahi Krisis Sampah dari Hulu ke Hilir
Rencananya, pada agenda hari kedua, Selasa, 6 Juni ada peresmian Tugu Komodo (MNEK) yang juga merupakan desain wali kota dua periode ini.
Tugu bertujuan untuk mengenang pagelaran MNEK, apalagi event yang digelar kali ini merupakan yang terbesar setelah tiga kali perhelatan sebelumnya.
Bahkan di luar negeri tidak sebesar ini, jadi ini merupakan sebuah kebanggaan Makassar sebagai tuan rumah.
Baca Juga : Tak Kenal WFH, Wali Kota Makassar Tancap Gas Benahi Krisis Sampah dari Hulu ke Hilir
Pula, dengan posisi strategis sebagai kota tepi laut, timnya menyadari adanya peluang-peluang positif itu.

