MAKASSAR, KATABERITA.CO – Event Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 berskala Internasional secara resmi dilaksanakan di Kota Makassar.

Berbagai rangkaian kegiatan salah satunya adalah International Fleet Review (IFR).
Pada kegiatan ini, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono bersama-sama menaiki kapal KRI Bung Karno-369.
Baca Juga : Anggaran Pengadaan Randis Dialihkan, Fokus Program Strategis
Mereka menyusuri lautan Makassar dan menyapa serta melihat langsung 17 armada kapal perang yang berjejer.
Moment ini sangat berkesan. Pasukan-pasukan dari kapal perang milik negara asing ini saling menerima penghormatan dari sailing pass seluruh armada peserta MNEK kepada rombongan Danny Pomanto dan KSAL di kapal KRI Bung Karno-369.
Sailing pass sendiri salah satu tradisi Angkatan Laut dari seluruh personel KRI TNI AL terhadap para tamu negara dan delegasi negara sahabat ketika menghadiri event berskala international.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD
“Ini jadi momen yang sangat berkesan. Kehadiran MNEK 2023 ini membuat Makassar semakin kuat dan memiliki posisi tersendiri di mata dunia. Kapal-kapal perang ini berjejer di laut Makassar. Saya bangga,” ucap Danny Pomanto, Senin (5/6).
Pada kesempatan yang sama, Danny Pomanto juga melihat adanya momen untuk semakin mempererat hubungan antar negara.
“Di Makassar ini menjadi sebuah sejarah karena telah terjalin hubungan yang lebih erat antara negara-negara dari penjuru dunia,” ujarnya
Baca Juga : Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota
“Membentuk sebuah komitmen untuk meningkatkan kerjasama yang lebih baik kedepannya dengan TNI AL,” harap Danny Pomanto.
MNEK 2023 merupakan latihan non-tempur yang mengutamakan kerja sama maritim di kawasan, penanggulangan bencana, dan operasi kemanusiaan dalam rangka mempererat kerja sama TNI AL dengan negara sekutu.
Kegiatan ini melibatkan 36 negara. Diantaranya, Amerika Serikat, Australia, Brazil, Brunei Darussalam, Bangladesh, Cambodia, Canada, China, Chili, Fiji, India, Inggris.
Baca Juga : Tak Kenal WFH, Wali Kota Makassar Tancap Gas Benahi Krisis Sampah dari Hulu ke Hilir
Jepang, Kenya, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Netherlands, Oman, Philippina, Pakistan, Perancis, Papua Nugini, Qatar, Singapura, Srilanka, Spanyol, Rusia, Thailand, Turki, Timor Leste, United Kingdom, dan Vietnam.

