0%
logo header
Senin, 11 Oktober 2021 20:02

UNM Sebar 3.678 Mahasiswa KKN di 11 Kabupaten

Rektor UNM, Prof Husain Syam melepas ribuan peserta KKN, di Menara Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Senin (11/10) || ist
Rektor UNM, Prof Husain Syam melepas ribuan peserta KKN, di Menara Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Senin (11/10) || ist

3.678 mahasiswa UNM mengikuti program KKN. Mereka disebar di 11 kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sebanyak 3.678 mahasiswa Universitas Negeri Makasssar (UNM) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Ribuan peserta KKN secara resmi dilepas Rektor UNM, Prof Husain Syam, di Menara Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Senin (11/10).

Kepala Pusat KKN dan PM LP2M UNM, Arifin Manggau mengatakan ribuan peserta KKN akan disebar di 11 kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Baca Juga : Rektor UNM Terpilih Prof Karta Jayadi Disambut Civitas Akademika, Ini Fokus Programnya

Diantaranya, Maros, Pangkep, Sidrap, Barru, Pinrang, Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

“Ada dua jenis KKN yang berangkat. Rinciannya, 2.914 peserta KKN Terpadu, dan 764 peserta KKN Reguler,” kata Arifin.

Rektor UNM, Prof Husain Syam menitip pesan kepada seluruh peserta KKN agar selalu menjaga nama baik almamater. Termasuk adat istiadat masyarakat setempat.

Baca Juga : Pilrek UNM: Tiga Guru Besar Melenggang Tiga Besar Bersaing Rebut Kursi Rektor

Sebab delegasi mahasiswa KKN merupakan cerminan proses belajar mengajar selama di UNM.

“Mahasiswa KKN ini mewakili UNM. Jadi saya minta jaga nama baik almamater kita, perbaiki cara berinteraksi, hargai masyarakat dan adat istiadat setempat,” pesan Prof Husain Syam.

Dia juga meminta kepada mahasiswa untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat terhadap program kerja yang ingin dijalankan selama KKN.

Baca Juga : Prof Husain Syam Hadiri Langsung Pengukuhan Kepala BNN Sebagai Guru Besar PTIK

Menurut Prof Husain Syam, koordinasi itu penting untuk memastikan apa yang diprogramkan dibutuhkan masyarakat sekitar.

“Kita ke sana membawa ide-ide cerdas, tapi kita juga harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kalau apa yang kita programkan sangat dibutuhkan,” ujar dia.