MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial mematangkan program pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang akan dipusatkan di Kecamatan Tamalanrea sebagai proyek percontohan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, Rabu (8/4).
Pertemuan itu tidak hanya membahas rencana pengukuhan KSB, tetapi juga mendorong percepatan digitalisasi bantuan sosial sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik.
Baca Juga : Lepas 105 Kafilah MTQ, Appi Targetkan Makassar Juara Umum
Usai pertemuan, Andi Bukti menegaskan bahwa pembentukan KSB merupakan langkah strategis untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas.
“Kecamatan Tamalanrea kami usulkan, karena memiliki karakter wilayah yang representatif, baik dari sisi kepadatan penduduk maupun potensi kerawanan bencana, sehingga dinilai tepat menjadi percontohan awal,” jelasnya.
Sebelumnya, pada September 2025, Kementerian Sosial telah menetapkan dua Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya yang berfokus pada mitigasi banjir.
Baca Juga : Appi Dorong Revitalisasi Pasar Sentral, Siapkan Konsep Baru Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Pada 2026, Pemkot Makassar kembali mengusulkan pembentukan dua KSB baru.
Namun, hanya satu yang disetujui karena adanya ketentuan jeda waktu pengajuan program.
“Tahun 2026 ini kita mengusulkan dua, tetapi yang disetujui hanya satu. Setelah kita telusuri, memang harus ada jeda dua tahun untuk bisa mendapatkan lagi. Tapi saya tetap dorong, akhirnya disetujui satu,” ujarnya.
Baca Juga : Pelindo–Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Tata Kawasan Pelabuhan
KSB yang disetujui tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Tamalanrea yang dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
“Yang satu ini kita bawa ke Tamalanrea, karena dianggap rawan juga di situ, sehingga kita fokuskan,” ungkapnya.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi subjek yang tangguh dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Instruksikan Penertiban Baliho Ilegal
Pelaksanaan KSB akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, hingga perangkat kelurahan, dengan dukungan pelatihan, simulasi, serta sistem peringatan dini.
Di sisi lain, program ini juga akan terintegrasi dengan digitalisasi bantuan sosial untuk memastikan penyaluran yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalkan potensi tumpang tindih data penerima.
Pengukuhan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, pukul 16.00 WITA di Monas, dan akan dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Instruksikan Penertiban Baliho Ilegal
“Kegiatan nantinya, juga direncanakan dihadiri oleh pejabat dari pemerintah pusat, termasuk Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal,” terangnya.
Dengan penambahan KSB di Tamalanrea, Pemkot Makassar berharap kesiapsiagaan berbasis komunitas semakin kuat dalam meminimalkan dampak bencana di tingkat lokal.
Ke depan, Dinas Sosial menargetkan pembentukan KSB di lebih banyak wilayah rawan, seperti Kecamatan Panakkukang dan Tamalate.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Instruksikan Penertiban Baliho Ilegal
“Kita lihat daerah yang rawan banjir atau musibah lainnya, di situ yang kita dorong. Kemarin sebenarnya saya usulkan Panakkukang dan Tamalanrea, tapi yang disetujui hanya satu. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita tambah lagi, termasuk Tamalate,” pungkasnya.

