0%
logo header
Kamis, 02 September 2021 15:26

Penanganan di Hulu Antar Luwu Utara Keluar Zona Merah Covid-19

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani || ist
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani || ist

Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan keluar dari zona merah. Capaian ini berkat langkah Pemkab Luwu Utara yang berhasil menangani pandemi Covid-19 dari hulu ke hilir. Yakni penanganan melalu vaksinasi, penerapan prokes 5M dan memasifkan 3T dalam menekan laju penularan.

LUWU UTARA, KATABERITA.CO – Pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan Nasional Covid-19 menetapkan Kabupaten Luwu Utara keluar dari zona merah.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, ada 15 daerah yang berstatus resiko sedang penularan Covid-19 atau zona oranye.

Sedangkan delapan daerah resiko rendah atau zona kuning, dan Kabupaten Soppeng tercatat sebagai satu-satunya daerah yang resiko tinggi penularan Covid-19.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Warning Pemkab Lutra Tuntaskan Pembangunan Jembatan Lawewe

Meski sudah keluar dari zona merah, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak lengah dan selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Menurut dia, penanganan dari hulu ke hilir dinilai sebagai strategi yang tepat untuk menekan pandemi Covid-19. Terbukti saat ini, Kabupaten Luwu Utara berhasil keluar dari zona merah.

“Jadi berulangkali saya tegaskan pentingnya penanganan di hulu. Bicara penanganan di hulu, maka semua harus bergerak,” tegas Indah, Kamis (2/9).

Baca Juga : Warning, 11 Provinsi di Indonesia Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Kata Indah, ada tiga fokus penanganan Covid-19 di hulu. Diantaranya, vaksinasi, penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M, dan memasifkan 3T yakni testing, tracing dan treatmen untuk menahan laju penyebaran Covid-19.

“Bagaimana kita memasifkan sosialisasi prokes 5M sampai ke tingkat desa seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” papar dia.