0%
logo header
Rabu, 06 Agustus 2025 14:44

Makassar-Jepang Perkuat Kolaborasi, Tekan Angka Kebocoran Air

Makassar-Jepang Perkuat Kolaborasi, Tekan Angka Kebocoran Air

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang, terus memperkuat kolaborasi dalam upaya penanganan kebocoran air melalui program Non-Revenue Water (NRW).

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang, terus memperkuat kolaborasi dalam upaya penanganan kebocoran air melalui program Non-Revenue Water (NRW).

banner pdam

Program ini menjadi bagian dari proyek kerja sama teknis di bawah Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pertemuan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama delegasi Pemerintah Kawasasi Jepang yang dipimpin Shiratori Shigeyuki selaku Chief Executive Officer Public Enterprise Kawasaki Waterworks and Sewerage, berlangsung di Balai Kota Makassar, Rabu (6/8).

Baca Juga : Jaga Transparansi, PDAM Makassar Perpanjangan Kerja Sama dengan Kejari

Munafri didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Kepala Bappeda Muhammad Dahyal, Kabag Kerjasama Andi Zulfitra Dianta, dan Asisten Bidang Administrasi Umum Firman Hamid Pagarra.

Pertemuan tersebut membahas terkait capaian serta tindak lanjut dari kerja sama teknis yang telah berjalan sejak 2022.

Kerja sama ini berfokus pada peningkatan kapasitas Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dalam mengatasi kebocoran air bawah tanah dan menekan angka kehilangan air (NRW).

Baca Juga : Program SR Gratis PDAM Makassar Jadi Percontohan Nasional

Perwakilan Kawasaki Jepang, Shiratori Shigeyuki mengatalan, pihaknya hadir untuk menyampaikan salam hormat sekaligus melaporkan capaian dari proyek kerja sama teknis antara Kawasaki dengan PDAM Makassar yang diberi nama “MAKAPLOS” (Makassar–Kawasaki Project Losses).

“Alhamdulillah, proyek ini berjalan baik berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar,” ujar Shiratori Shigeyuki.

Ia menjelaskan, proyek ini mencakup pelatihan deteksi dan perbaikan kebocoran bawah tanah, pengadaan alat survei, serta pengembangan sistem perencanaan pengendalian kebocoran.

Baca Juga : 101 PDAM Makassar, Munafri Ingatkan Direksi Minimalisir NRW Hingga Tempatkan Pegawai Sesuai Kapabilitas

Hingga saat ini, enam jenis peralatan telah diserahkan kepada PDAM Makassar dan telah digunakan di area percontohan untuk mendeteksi serta menangani kebocoran secara langsung.

Shiratori juga menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengundang pegawai PDAM Makassar untuk mengikuti pelatihan langsung di Kawasaki Jepang.

Tujuannya untuk melihat bagaimana sistem dan teknologi pendeteksian kebocoran air diterapkan secara komprehensif di Jepang.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkot Makassar Segera Bangun Sambungan Pipa di Wilayah Utara Kota

“Melalui proyek ini, kami tidak hanya membangun kapasitas teknis, tetapi juga menjalin hubungan yang erat antara masyarakat dan pemerintah kedua kota,” tuturnya.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, bahkan setelah proyek berakhir Oktober tahun ini,” tambah Shiratori Shigeyuki.

Selain Makassar, hasil dan metode dari proyek ini direncanakan akan menjadi referensi pembelajaran bagi daerah-daerah sekitar seperti Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkot Makassar Segera Bangun Sambungan Pipa di Wilayah Utara Kota

MaKaPro menggelar pelatihan pertama dengan melibatkan peserta dari Perumda Air Minum se-Maminasata (Makassar, Maros, Takalar, Gowa).

Bahkan, dokumentasi pelatihan telah dikemas dalam bentuk video pembelajaran yang dapat dijadikan rujukan jangka panjang.

Proyek NRW ini tidak hanya menguatkan aspek teknis, tetapi juga menjadi contoh model kerja sama internasional yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkot Makassar Segera Bangun Sambungan Pipa di Wilayah Utara Kota

“Harapan kami, dengan berakhirnya fase proyek di Oktober 2025, kerja sama Makassar–Kawasaki dapat terus berlanjut dalam format yang lebih luas dan strategis,” tuturnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kesinambungan kerja sama dengan Kota Kawasaki, Jepang, terutama dalam penguatan sistem air bersih dan pengendalian kebocoran air.

Ia mengapresiasi keberlanjutan kerja sama dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kawasaki atas dukungannya terhadap peningkatan layanan air bersih di Makassar.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkot Makassar Segera Bangun Sambungan Pipa di Wilayah Utara Kota

“Kami mendukung penuh proyek ini. Kehilangan air adalah persoalan besar bagi PDAM dan masyarakat. Maka program yang berbasis teknologi dan penguatan SDM seperti ini sangat dibutuhkan. Kami juga terbuka untuk kolaborasi lanjutan di masa mendatang,” kata Appi sapaan akrab Munafri.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program teknis dan penganggaran, serta mengapresiasi keterlibatan tim Jepang dalam penyusunan kolom anggaran, sehingga rencana pengendalian kebocoran dapat dijalankan secara terukur dan efektif.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Tapi saya berharap, kerja sama antara Makassar dan Kawasaki tidak hanya berhenti pada proyek yang sudah berjalan,” tuturnya.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkot Makassar Segera Bangun Sambungan Pipa di Wilayah Utara Kota

“Ke depan, kita harus melihat peluang kerja sama lainnya yang memberikan manfaat lebih luas bagi kedua kota,” tambah Munafri.

Ia juga meminta agar hasil dari proyek MAKAPLOS dapat disampaikan secara ringkas dan jelas, terutama terkait capaian, tantangan, dan peluang lanjutan dari program ini.

“Kalau bisa, kami ingin tahu secara singkat dan konkret apa saja yang sudah menjadi bagian dari kerja sama ini. Karena di Makassar masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Bisa saja, beberapa poin dari kerja sama ini dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih spesifik,” lanjutnya.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Pemkot Makassar Segera Bangun Sambungan Pipa di Wilayah Utara Kota

Wali Kota juga membuka peluang untuk memperluas ruang kerja sama dengan Pemerintah Kawasaki-Jepang, tidak hanya terbatas pada air bersih, tetapi juga bidang lain seperti lingkungan, transportasi, hingga teknologi kota pintar (smart city).

“Kami menyambut baik jika ada rencana lanjutan atau tindak lanjut teknis. Saya pastikan jajaran kami siap untuk mendampingi dan memperkuat komunikasi agar kerja sama ini tidak putus sampai di sini,” tutup Munafri.