0%
logo header
Minggu, 11 Mei 2025 15:59

Kasus Stunting di Makassar Turun 364 Anak, Pemkot Genjot Program Genting dan Gerebek

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi meninjau kondisi anak stunting di dua puskesmas, Sabtu (4/3) || istimewa
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi meninjau kondisi anak stunting di dua puskesmas, Sabtu (4/3) || istimewa

Plt. Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan, Menyebutkan Bahwa Penurunan ini Tidak Terlepas Dari Sejumlah Program Intervensi Pemerintah.

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar mencatat keberhasilan awal dalam upaya menekan angka stunting.

banner pdam

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah anak dengan kondisi stunting menurun signifikan. Berdasarkan data EPPGBM, dari 3.049 kasus pada Desember 2024, kini hanya tersisa 2.685 kasus pada Maret 2025, penurunan sebesar 364 anak.

Kecamatan Biringkanaya masih mencatat kasus tertinggi sebanyak 441 anak, namun menunjukkan tren positif dari angka sebelumnya yang mencapai 525 kasus.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Instruksikan Camat dan Lurah Aktifkan Poskamling Pascamaraknya Geng Motor di Makassar

Rappocini menyusul dengan 437 kasus, lalu Tamalanrea 328, Tallo 316, dan Panakkukang 233. Di sisi lain, Kecamatan Ujung Pandang dan Wajo menjadi wilayah dengan kasus terendah, masing-masing 18 dan 25 anak.

Plt. Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menyebutkan bahwa penurunan ini tidak terlepas dari sejumlah program intervensi pemerintah, terutama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang melibatkan peran swasta dan masyarakat luas.

“Selain Genting, kami juga melakukan intervensi langsung seperti peningkatan gizi ibu dan anak, distribusi makanan tambahan, edukasi ASI eksklusif, hingga tablet tambah darah,” jelas Irwan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Komitmen Jalankan Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ 2025

Program Gerebek Stunting juga turut menjadi andalan. Dengan mendatangi langsung keluarga berisiko, intervensi dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Dari total 88.096 anak sasaran, 93,3 persen atau 82.230 anak telah diukur status gizinya. Sementara itu, anak dengan status underweight tercatat sebanyak 3.541 orang, atau 4,3 persen.

Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya penanganan stunting secara terstruktur dan menyeluruh. Ia mengatakan bahwa PKK akan terus mendorong program-program konkret, seperti kampanye gemar makan telur dan pemenuhan gizi untuk ibu hamil, balita, batita, serta remaja putri.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Pangkas Perjalanan Dinas Rp60 Miliar, Luar Negeri Dipotong 70%

“Stunting adalah masalah bersama. Data valid by name by address sangat penting agar bantuan bisa sampai tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas Melinda.

Ia berharap, dengan kerja kolektif dan data akurat, Kota Makassar dapat mencapai target zero stunting di masa mendatang melalui langkah-langkah yang terukur dan sistematis. (Jie_e)