0%
logo header
Jumat, 23 September 2022 14:44

Hari Terakhir di Australia, Fatmawati Beberkan Strategi Kota Makassar Minimalisir Resiko Bencana

Hari Terakhir di Australia, Fatmawati Beberkan Strategi Kota Makassar Minimalisir Resiko Bencana

Pada pertemuan terakhir, Fatmawati Rusdi mengikuti sesi diskusi bersama delegasi dari berbagai negara membahas terkait strategi Kota Makassar dalam menghadapi resiko bencana yang disebabkan karena perubahan iklim.

AUSTRALIA, KATABERITA.CO — Asia-Pasific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction 2022 yang dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi di Brisbane Australia memasuki hari terakhir, Jumat (23/9)

banner pdam

Pada pertemuan terakhir, ia mengikuti sesi diskusi bersama delegasi dari berbagai negara membahas terkait strategi Kota Makassar dalam menghadapi resiko bencana yang disebabkan karena perubahan iklim.

“Hasil diskusi tersebut akan dijadikan rujukan modul pembelajaran untuk pengurangan resiko bencana untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan inklusif berbasis ketahanan,” kata Fatmawati Rusdi.

Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Layanan Lansia di PPSLU Parepare

Dalam diskusi tersebut, ia menyampaikan program Makassar Recover sebagai strategi pemerintah kota meminimalisir resiko bencana memalui tiga sektor.

Diantaranya, imunitas kesehatan, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.

Selain Makassar Recover, ada tiga isu yang menjadi permasalahan terkait perubahan iklim. Ketiganya, sea level rise, cuaca extrim, dan carbon emossion.

Baca Juga : Hadiri Hari Jadi Parepare, Wagub Sulsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Terkait isu sea level rise atau meningkatnya level permukaan air laut yang berdampak terjadinya abrasi, rob, dan intrusi air laut.

Bencana abrasi dan banjir rob, Pemkot Makassar sudah memiliki program mitigasi dan adaptasi yang dilakukan dengan membuat polder atau tanggul penahan ombak, reklamasi di kawasan pantai.

Sedangkan untuk intrusi air laut atau naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut kearah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau, programnya perlindungan laut pantai.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dukung Penguatan Bela Negara melalui Latsarmil Komcad ASN dan Kepala Desa

“Progressnya sepanjang 17 kilometer garis pantai, antara lain penanaman, mempertahankan tanaman bakau/mangrove,” tuturnya.

Bencana yang diakibatkan cuaca ekstrim seperti angin ribut dan banjir, pemerintah sudah membuat pusat layanan evakuasi dan menyiapkan relawan bencana alam.

“Kita buat juga tempat penampungan Macca yang dapat menampung 10 ribu orang, dan pembuatan

Baca Juga : Makassar Siap Sambut Rakernas II ASITA, Pemkot Perkuat Dukungan Pariwisata

kolam regulasi waduk nipa-nipa dan waduk balang tonjong,” bebernya.

Sedangkan permasalahan emisi, ada dua dampak yang memungkinkan terjadi. Yaitu polusi dan gelombang panas.

“Terkait isu ini mitigasi kita seperti bank sampah, kendaraan listrik, koridor hijau, dan bank energi,” tutupnya.

Baca Juga : Makassar Siap Sambut Rakernas II ASITA, Pemkot Perkuat Dukungan Pariwisata

Pada kesempatan itu, Fatmawati Rusdi didampingi Kepala DPPPA Makassar Achi Soleman, Kepala Disdukcapil Makassar Hatim Salim, dan Kepala BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.