0%
logo header
Rabu, 18 Agustus 2021 20:15

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng Tewas, Satu Dikabarkan Hilang

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap pendaki yang meninggal dunia di Gunung Bawakaraeng. || ist
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap pendaki yang meninggal dunia di Gunung Bawakaraeng. || ist

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap pendaki bernama Rian (20) yang dikabarkan hilang saat turun dari Puncak Gunung Bawakareang, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rian merupakan rekan dari dua korban yang tewas karena mengalami kedinginan atau hipotermia.

GOWA, KATABERITA.CO – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap pendaki bernama Rian (20) yang dikabarkan hilang saat turun dari Puncak Gunung Bawakareang, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (18/8).

Rian merupakan rekan dari dua korban yang tewas karena mengalami hipotermia. Mereka bersama lima orang rekannya nekat menerobos pos penyekatan agar bisa memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 di Puncak Gunung Bawakaraeng.

“Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di antara pos enam dan pos lima arah Bulubalea,” singkat Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan.

Baca Juga : 7 Ribu Pendaki Diprediksi Rayakan HUT RI di Gunung Bawakaraeng, BPBD Makassar Turunkan Tim Siaga Merah Putih

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa sudah melarang ekspedisi merah putih di Gunung Bawakaraeng. Tim SAR Gabungan bahkan membuat pos penyekatan sejak 15 Agustus lalu.

Apalagi cuaca ekstrem sebelumnya diprediksi akan terjadi di Puncak Gunung Bawakareang. Namun penyekatan yang dilakukan masih juga dilanggar para pendaki. Tidak sedikit pendaki mencari jalur lain, bahkan ada yang menerobos saat petugas tengah beristirahat.

“Cuaca di sana juga mencapai 14 derajat celcius. Makanya sejak awal kita juga sudah imbau untuk tidak melakukan pendakian, tapi masih ada yang melanggar,” ungkap dia.

Baca Juga : Aniaya Bocah 11 Tahun, IRT di Gowa Dilapor Polisi

Diketahui, Rian, Steven, Zainal, dan lima rekannya yang lain yakni Andi Fauzan Muktahari, Fadly, Wahyudi, Suardi, dan Febrian Alfiandi memutuskan turun dari puncak saat cuaca ekstrem, Selasa (17/8) dinihari.

Mereka turun karena sudah kehabisan stok makanan dan tidak ada penerangan. Sedangkan cuaca di puncak saat itu hujan lebat disertai angin kencang. Namun, ketika di pos tujuh mereka terpisah akibat kedinginan dan terbagi ke beberapa kelompok.

Keesokan harinya, Steven dan Zainal ditemukan meninggal dunia. Steven meninggal di pos tujuh jalur pendakian, dan Zainal ditemukan di pos enam. Jasad kedua korban lalu di bawah ke Puskesmas Tinggimoncong.