MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menggelar Festival Bulan Budaya selama satu bulan penuh, mulai 17 September hingga 17 Oktober 2025, sebagai rangkaian menyambut Hari Kebudayaan Nasional.

Anggota Komisi A DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menyambut baik rencana pelaksanaan festival selama satu bulan penuh. Menurutnya, durasi yang panjang akan memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan ragam pertunjukan dan pameran budaya.
“Saya sangat mendukung pelaksanaan festival ini. Dengan waktu sebulan, masyarakat bisa benar-benar menikmati dan belajar dari setiap kegiatan budaya. Tapi tentu susunan acaranya harus disusun jelas dan terencana agar pelaksanaannya efektif,” kata Andi Makmur, Sabtu (16/8).
Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Makassar Keluarkan Keputusan untuk Dua Anggota Dewan
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Makassar, Zulhajar, menegaskan pentingnya dukungan anggaran terhadap program kebudayaan tersebut. Ia menilai, festival budaya dapat menjadi ajang promosi potensi Makassar sebagai pusat pengembangan seni dan budaya di kawasan timur Indonesia.
“Kegiatan seperti ini perlu terus berlanjut dan mendapat dukungan dari APBD pokok 2026. Makassar punya potensi besar untuk menjadi kota budaya nasional. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya bisa luar biasa, baik secara sosial maupun ekonomi,” ujar Zulhajar.
Di sisi lain, Anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis Misbah, menyoroti pentingnya memperhatikan aspek sosial, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat selama pelaksanaan festival.
Baca Juga : APBD 2026 Diketok Rp5,175 Triliun, Stadion Untia, TPA Antang dan Jembatan Barombong Masuk Prioritas
“Festival ini jangan hanya dilihat dari sisi hiburannya. Harus juga dipastikan ketersediaan fasilitas, keamanan, dan promosi UMKM lokal, termasuk kuliner khas Makassar. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut menikmati acara secara aman dan nyaman,” tutur Muchlis.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan festival ini dirancang untuk memperkenalkan serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal agar semakin dikenal masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin agar masyarakat Makassar, khususnya generasi muda, lebih mengenal akar budayanya sendiri. Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi ruang edukasi dan ekspresi budaya yang harus terus dijaga,” ujar Munafri Arifuddin, Senin (11/8).
Baca Juga : Panja Banggar DPRD Makassar Sebut APBD 2026 Butuh Pendekatan Agresif
Pemkot Makassar berkomitmen menjadikan Festival Bulan Budaya sebagai agenda tahunan. Selain melestarikan kearifan lokal, kegiatan ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif serta memperkuat identitas Makassar sebagai kota budaya.
“Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan. Kami ingin kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Munafri. (*)

