0%
logo header
banner dprd makassar
Jumat, 08 April 2022 10:30

DKP Makassar Catat Harga Daging Ayam Ras di Pasar Tradisional Mulai Turun

Kepala DKP Makassar, Muhammad Rheza
Kepala DKP Makassar, Muhammad Rheza

Harga daging ayam ras disejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Makassar mulai mengalami penurunan di bulan suci ramadan. Berdasarkan laporan Tim Surveyor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar, harga daging ayam ras berkisar Rp35 ribu per kilogram.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Makassar mulai mengalami penurunan di bulan suci ramadan.

Berdasarkan laporan Tim Surveyor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar, harga daging ayam ras berkisar Rp35 ribu per kilogram.

“Daging ayam ras itu harganya turun dari Rp37 ribu per kilogram pekan kemarin dan sekarang menjadi Rp35 ribu per kilogram,” singkat Kepala DKP Makassar, Muhammad Rheza, Jumat (8/4).

Baca Juga : DKP Gandeng Politeknik Pariwisata Beri Skill Training Warga Lorong Wisata

Turunnya harga daging ayam ras dikarenakan stok di pasar tradisional dan modern melimpah. Saat ini ketersediaan daging ayam ras di pasar mencapai 130,93 ton.

“Sedangkan kebutuhan hanya 52,21 ton. Jadi harga turun karena memang stok yang melimpah,” ujar dia.

Rezha menuturkan setiap pekan Tim Surveyor DKP Makassar turun ke pasar tradisional dan modern memantau harga dan ketersediaan bahan pangan.

Baca Juga : Smart Branding Lorong Wisata Hantarkan Makassar Raih Penghargaan Terbaik ISNA 2022

Pekan ini, harga bahan pangan di pasaran seperti bawang, cabai, beras, jagung, daging sapi, telur, gula, hingga minyak goreng masih stabil.

“Cuma cabai rawit dan daging ayam ras yang harganya turun, yang lainnya tetap,” tutur Rheza.

Dia berharap harga daging ayam ras hingga lebaran nanti bisa tetap stabil.

Baca Juga : Resmikan Lorong Wisata Yonarmed 6 Tamarunang, Wali Kota Danny Bersama Pangdivif 3 Kostrad Tabur Benih Ikan Nila

Meski diakui, permintaan pada saat Idul Fitri 1443 Hijriah nanti dipastikan meningkat.

“Kalau pun naik mungkin Rp2 ribu sampai Rp3 ribu per kilogram,” tutup dia.