MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Makassar, terus berbenah dan melangkah maju menghadirkan standar pelayanan prima yang berorientasi pada kenyamanan, kecepatan, dan inklusivitas bagi seluruh warga.

Tak lagi sekadar mengurus dokumen administrasi kependudukan, Disdukcapil Makassar kini menghadirkan pengalaman layanan yang humanis dan ramah masyarakat, layaknya pelayanan di sebuah hotel modern.
Bahkan di area ruangan pelayanan kantor disulap “bak Hotel”.
Baca Juga : Pemkot dan PN Makassar Sepakat Berantas Maraknya Data Penetapan Palsu oleh Masyarakat
Mulai dari penataan fasilitas pelayanan, penguatan penunjang administrasi, pengembangan layanan berbasis elektronik, hingga hal-hal sederhana namun bermakna seperti penyediaan konsumsi menu serapan bagi warga yang menunggu antrean.
Kepala Disdukcapil Makassar, Muh Hatim, menerangkan bahwa Disdukcapil menghadirkan pelayanan ramah disabilitas dengan akses khusus, loket layanan disabilitas, serta ruang menyusui yang nyaman bagi ibu dan anak.
Seluruh ruang pelayanan didesain agar lebih representatif, tertib, dan bersahabat bagi semua kalangan, tanpa diskriminasi.
Baca Juga : Pemkot Makassar Beri Penghargaan Tiga OPD Dokumen Perencanaan Terbaik
“Tekad kami di (Disdukcapil), terus mendorong transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan masyarakat,” kata Kepala Disdukcapil Makassar, Muh Hatim, Selasa (6/1).
“Inilah wajah baru pelayanan kependudukan di Kota Makassar, lebih dekat, lebih ramah, dan lebih bermartabat,” tambah Hatim.
Ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan harus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah yang melayani masyarakat dengan empati, profesionalisme, dan rasa hormat.
Baca Juga : Danny Pomanto Lantik Empat Pejabat Disdukcapil Makassar
“Dengan semangat pelayanan Dukcapil ala hotel, kami ingin menegaskan bahwa masyarakat datang ke Dukcapil bukan hanya untuk mengurus dokumen, tetapi juga merasakan kenyamanan, keramahan, dan pelayanan yang manusiawi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hatim mengungkapkan bahwa gagasan pelayanan ala hotel lahir dari pengalamannya pribadi saat mengakses berbagai layanan publik, termasuk layanan swasta.
Ia menilai, pelayanan pemerintah tidak boleh tertinggal jauh dari sektor swasta, meskipun diakui tidak sepenuhnya bisa menyaingi fasilitas dan investasi besar yang dimiliki swasta.
Baca Juga : Danny Pomanto Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
“Saya sering mengakses layanan publik, saya lihat sendiri, kita jujur saja, masih banyak yang perlu dibenahi,” tuturnya.
“Tapi justru dari situ saya belajar. Saya perhatikan dekorasi, ruang tunggu, tempat bermain anak, sampai alur pelayanannya,” lanjut Hatim.
Menurutnya, salah satu tantangan pelayanan pemerintah adalah minimnya iklim kompetisi.
Baca Juga : Danny Pomanto Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
Berbeda dengan swasta yang dituntut memberikan pelayanan terbaik agar tidak ditinggalkan pelanggan, pelayanan pemerintah cenderung berjalan di zona nyaman karena masyarakat tidak memiliki banyak pilihan.
“Inilah yang membuat saya berpikir. Kita harus menyiapkan pelayanan terbaik meskipun masyarakat tetap akan datang ke Dukcapil,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Disdukcapil Makassar kini menyediakan fasilitas pendukung kenyamanan, seperti minuman kopi, teh, air mineral, camilan, hingga menu khusus setiap Jumat.
Baca Juga : Danny Pomanto Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
Ruang tunggu juga dilengkapi area bermain anak, ruang menyusui, serta fasilitas ramah disabilitas, termasuk loket khusus disabilitas.
Hatim juga menjelaskan bahwa seluruh area pelayanan Disdukcapil Makassar saat ini merupakan ruang baru hasil pembenahan menyeluruh.
Kantor sempat ditutup lebih dari satu bulan untuk proses renovasi dan penataan ulang, sebelum akhirnya kembali dibuka dan mulai digunakan.
Baca Juga : Danny Pomanto Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
Sementara itu, untuk mendekatkan layanan ke masyarakat, sebagian besar pelayanan administrasi kependudukan telah diarahkan dan dapat diselesaikan di tingkat kecamatan.
Kantor Disdukcapil kota kini fokus menangani layanan-layanan tertentu yang tidak dapat diselesaikan di kecamatan.
“Selama ini kami sudah arahkan pelayanan ke kecamatan. Jadi yang datang ke sini hanya layanan-layanan yang memang tidak bisa diselesaikan di kecamatan,” beber Hatim.
Baca Juga : Danny Pomanto Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Disdukcapil Makassar berharap mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan warga, sejalan dengan visi Pemkot Makassar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan melayani.
Tak hanya berfokus pada pelayanan di kantor, Disdukcapil Makassar juga aktif menjemput bola melalui mobil layanan keliling yang hadir di berbagai ruang publik, termasuk saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).
Layanan ini dihadirkan untuk memudahkan warga mengurus dokumen kependudukan tanpa harus mengorbankan waktu kerja di hari biasa.
Baca Juga : Danny Pomanto Serahkan Akta Kematian dan KK Baru Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia
“Pelayanan harus hadir di tengah aktivitas masyarakat. CFD itu ruang publik, masyarakat berkumpul, jadi kami hadir di sini,” pungkas Hatim.

