MAKASSAR, KATABERITA.CO – Persoalan bahasa menjadi bagian paling inti, artinya salah satu slogan adalah satu bangsa, satu bahasa, menjadi bagian komitmen dan kebudayaan dilihat dari bahasanya.

Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara Bbadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Dia menjelaskan dengan dibentuknya dewan kebudayaan, yang salah satu tugasnya adalah dengan menjaga kelestarian bahasa daerah.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
“Salah satu tugas dewan kebudayaan, adalah menjaga bahasa daerah. Saya pertama memerhatikan dewan kebudayaan sudah minta mengembalikan pelajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah,” kata Danny, Selasa (31/5).
Danny mengatakan pemerintah kota saat ini berkomitmen untuk berinovasi melestarikan bahasa daerah.
“Saya minta rekomendasi awal, karena banyak bahasa daerah yang sudah punah. Itulah kenapa Pemkot Makassar berkomitmen dengan berinovasi berbahasa daerah,” tuturnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial
Ia juga menginisiasi agar bahasa daerah menjadi branding di setiap OPD. Seperti di Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Sombere’ Smart Sekolah yang menjadi bahasa dunia.
“Artinya, bahasa menjadi bagian penting bagi kualitas hidup atau kualitas sebuah kebudayaan. Maka konsen terhadap bahasa menjadi sangat penting,” jelasnya.
Mengenai adanya regulasi, ia menjelaskan bahwa regulasinya itu pasti ada.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
“Kita punya dewan, kemudian keluar perwali. Revolusi pendidikan juga harus ada perwalinya. Salah satu di dalamnya adalah 18 revolusi pendidikan,” ucap Danny.
“Kan ada namanya kurikulum daerah, muatan lokal. Kemudian ada semangat merdeka belajar, kampus merdeka. Jadi kata merdeka itu artinya seluruh kekayaan budaya, selaras dengan itu. Masa kekayaan tidak kita gunakan,” tambahnya.

