MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mencatat transaksi warga yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Nilainya mencapai Rp 3,073 Miliar selama lima hari membuka layanan pembayaran PBB di F8 Makassar 2024.
Kepala Bapenda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra mengatakan angka ini melampaui target Rp 3 Miliar pembayaran PBB.
Baca Juga : Pacu PAD Lewat Akselerasi Digitalisasi, Munafri Minta Habit Transaksi Digital Dimulai Dari Pegawai Pemkot
Hal ini menandakan kehadiran booth Bapenda yang melayani pembayaran pajak membuahkan hasil yang maksimal.
“Selama F8 2024 ini kita targetkan Rp3 Miliar dan realisasinya melebihi target yaitu Rp3,078 Miliar,” kata Firman Pagarra, Minggu (28/7).
“Ini membuktikan bahwa masyarakat Makassar memiliki tingkat partisipasi yang sangat tinggi dalam membayar PBB terbukti 5 hari bisa capai target,” tambahnya.
Baca Juga : Kepala Distaru Makassar Hadiri Tax Award 2025, Dukung Optimalisasi Kepatuhan Pajak Daerah
Firman mengungkapkan realisasi ini meningkat jika dibandingkan dengan F8 tahun lalu yang mencapai Rp2,1 Miliar.
Ia pun merinci, pendapatan PBB Pokok sebesar Rp2,9 Miliar. Denda sebesar Rp84 juta. Total Surat Tanda Terima Setoran (STTS) sebanyak 3.884.
“Hari ketiga menjadi pemasukan terbanyak sebesar Rp1,5 Miliar. Itu mencakup 129 kelurahan,” jelasnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Rakor Fokus Selesaikan Tumpang Tindih Pengelolaan Parkir
Tak lupa juga, ia berterima kasih ke pihak Bank Indonesia berkat kerja sama yang menyediakan minyak 1 liter bagi mereka yang membayar PBB menggunakan Qris selama F8 berlangsung.
“Bank Indonesia sangat mensupport kami. Ini menjadi salah satu langkah untuk mencapai target kami. Jadi masyarakat ke F8 bukan hanya menikmati musik dan jajanan tapi bisa juga sekaligus membayar PBB,” pungkasnya.

