MAKASSAR, KATABERITA.CO – Ribuan warga yang mengungsi akibat banjir di Kota Makassar Sulawesi Selatan sudah kembali ke rumah masing-masing.

Curah hujan yang cukup bersahabat selama kurun waktu dua hari terakhir ini membuat banjir di sejumlah wilayah mulai surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat pengungsi korban terdampak banjir hanya tinggal 1.328 jiwa.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Edukasi Kebencanaan Lewat Outbound Anak Tangguh
Itu berdasarkan data per 10 Desember 2021. Jumlah itu turun drastis dibandingkan dengan data sehari sebelumnya yang mencapai 6.102 jiwa.
“Jadi hingga saat ini sudah ada 4.774 warga yang telah kembali ke rumah masing-masing,” singkat Kepala BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, Jumat (10/12).
Daerah yang terdampak banjir juga berkurang, hanya tinggal tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Biringkanayya, Panakkukang, dan Manggala.
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
Jumlah pengungsi di Kecamatan Biringkanayya hanya tinggal 690 jiwa. Turun drastis dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 2.851 jiwa.
Di Kecamatan Manggala jumlah pengungsi tinggal 585 jiwa. Jumlah itu turun dari 2.456 jiwa pengungsi di hari sebelumnya. Sedangkan, di Kecamatan Panakkukang hanya tinggal 53 jiwa pengungsi.
“Titik pengungsian juga berkurang, sekarang tinggal 26 titik dari 58 titik kemarin,” ujar dia.
Baca Juga : BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran
Saat ini, tim gabungan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Baik dalam bentuk pangan, sandang, air, sanitasi dan layanan kesehatan.
“Bantuan untuk penyintas banjir dapat disalurkan melalui pos penanganan banjir kecamatan dan kelurahan di wilayah terdampak,” papar dia.
Camat Biringkanayya, Mahyuddin mengatakan kondisi banjir di wilayahnya mulai surut. Rata-rata ketinggian air hanya tinggal selutut.
Baca Juga : HKBN 2026, BPBD Makassar Edukasi Kebencanaan Dimulai dari Anak-anak
“Seperti di wilayah Kodam III itu tinggal selutut,” ucap dia.
Dia menyebutkan ratusan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian berada di Kelurahan Katimbang dan Pacerakkang.
Mereka tersebar di tujuh titik pengungsian. Sedangkan kelurahan lain, kata Mahyuddin, sudah tidak ada lagi warga yang mengungsi.
Baca Juga : HKBN 2026, BPBD Makassar Edukasi Kebencanaan Dimulai dari Anak-anak
“Kita berharap cuaca bisa terus bersahabat biar debit air tidak mengalami kenaikan,” harap dia.

