0%
logo header
Minggu, 27 Maret 2022 19:41

Andi Bukti Djufrie Imbau Masyarakat Rutin Konsumsi Makanan Rebus

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie
Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie

Masyarakat Kota Makassar diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan rutin mengonsumsi makanan yang direbus.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Masyarakat Kota Makassar diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan rutin mengonsumsi makanan yang direbus.

Imbauan itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar, Andi Bukti Djufrie pada moment ‘Festival Rebus Makassar’ yang dilaksanakan serentak, Minggu (27/3).

Bukti sendiri mengaku belum bisa ikut memeriahkan kegiatan tersebut dikarenakan sesuatu dan lain hal.

Baca Juga : Viral Soal Temuan Relawan Capres Soal Kecurangan Pilpres 2024, Kesbangpol Makassar: Itu Hoaks

Namun dia berharap masyarakat bisa memulai hidup sehat dan rutin mengonsumsi makanan rebusan sebagaimana tujuan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

“Ini sejalan dengan keinginan pak wali kota agar kita kembali ke kebiasaan lama mengonsumsi makanan yang di rebus, itu jauh lebih sehat,” kata Bukti.

Untuk memeriahkan kegiatan tersebut, Bukti telah mengintruksikan kepada seluruh pegawai Balitbangda termasuk keluarganya untuk merebus pangan lokal seperti pisang, ubi, dan jagung.

Baca Juga : Audiens KPU Bersama Walikota Makassar, Kesbangpol: Pemkot Siap Sukseskan Pemilu 2024

Pangan yang telah di rebus, lanjut Bukti, kemudian dibagikan kepada tetangga sekitar sebagai bagian untuk mengampanyekan bahwa merebus jauh lebih sehat daripada menggoreng.

“Kita mulai kebiasaan ini di lingkungan keluarga dulu dan internal Balitbangda dulu, sembari kita mengimbau masyarakat untuk ikut membiasakan makan makanan yang di rebus,” tutur dia.

Kegiatan tersebut digagas Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyikapi kelangkaan minyak goreng di tengah masyarakat.

Baca Juga : Komitmen Makassar Kota Low Carbon, Danny Pomanto Launching Bus Sekolah Listrik

Kata dia, ada dua solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah minyak goreng.

Pertama, kata Danny, memenuhi kebutuhan kuota minyak goreng di masyarakat. Kedua mengurangi penggunaan minyak goreng.

“Caranya, pemerintah harus mengampanyekan bahwa merebus jauh lebih sehat ketimbang menggoreng,” tegas Danny.