MAKASSAR. KATABERITA. CO — Pemerintah Kota Makassar resmi menggelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk posisi strategis Sekretaris Daerah (Sekda), di P2SKM LAN RI, Jalan Raya Baruga Antang, mulai Kamis (17/4/2025).

Sebanyak 10 pejabat internal Pemkot Makassar bersaing ketat untuk memperebutkan kursi sekda definitif yang selama ini dijabat secara sementara.
Para kandidat yang dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti seleksi pembuatan Makalah terdiri atas Asisten III Irwan Bangsawan, Kepala Bappeda Andi Zulkifli Nanda, Kepala Dinas Perhubungan Zainal Ibrahim.
Baca Juga : Pemkot Makassar Sulap Mobil Bekas Jadi Armada TRC Saribattang untuk Perkuat Layanan Sosial
Selanjutnya, Sekretaris DPRD Makassar Dahyal, Kepala BPBD, Achmad Hendra Hakamuddin, Kepala BKPSDMD Akhmad Namsum, Staf Ahli Bidang II Mario Said, Sekretaris Dinas Kebudayaan Muhammad Fadli, Pj Sekda Makassar Irwan Rusfiady Adnan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, seluruh Peserta tak hanya memenuhi persyaratan administratif dan kompetensi yang ditetapkan panitia seleksi. Namun memiliki kemampuan menjadi Sekda defenitif.
Ia berharap, proses ini menghasilkan pemimpin birokrasi yang andal dan mampu mempercepat roda pemerintahan.
Baca Juga : Targetkan 12 Ribu Peserta, Makassar Half Marathon Bakal Digelar Mei 2026
“Semua pejabat yang ikut ini memenuhi syarat. Kita harapkan hasilnya bisa membawa perubahan yang lebih maksimal untuk Pemkot Makassar,” ujar Munafri.
Soal target waktu, Munafri optimistis proses seleksi akan rampung dalam waktu sebulan. Ia menekankan bahwa kehadiran Sekda definitif sangat penting untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
“Kalau tidak ada halangan, dalam waktu satu bulan ini kita sudah punya sekda definitif. Semua tahapan seleksi dipercepat agar tidak ada kekosongan terlalu lama,” tegasnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Instruksikan Jajaran Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Pemilihan Sekda menjadi salah satu prioritas Pemkot Makassar untuk memperkuat tatanan birokrasi jelang penyusunan program strategis jangka menengah 2025–2029. (Jie-e)

