MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar merespons cepat kebakaran yang terjadi pada Rabu 19 November sore di Jalan Pannampu Lorong 1, RT 01/RW 05, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo.

Peristiwa yang dilaporkan sekitar pukul 15.45 WITA itu menghanguskan sedikitnya lima unit rumah semi permanen.
Dari jumlah tersebut, tiga unit mengalami rusak berat dan dua unit rusak sedang.
Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Edukasi Kebencanaan Lewat Outbound Anak Tangguh
Menurut laporan awal dari Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, warga melihat asap tebal keluar dari salah satu rumah sebelum api cepat merembet ke bangunan lainnya.
“Penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli.
Kebakaran ini berdampak pada delapan kepala keluarga dengan total 26 jiwa, terdiri dari 18 orang dewasa dan delapan anak-anak.
Baca Juga : HKBN 2026, Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya
Tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dalam insiden tersebut. Ketua RT setempat, Mansur, menjadi contact person penanganan awal di lapangan.
Untuk memadamkan api, Damkar Kota Makassar mengerahkan 15 armada, dibantu personel BPBD serta TNI/Polri.
Proses evakuasi dan pemadaman berjalan lancar meski akses menuju lokasi hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Baca Juga : BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran
BPBD Makassar saat ini masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kebutuhan para warga terdampak.
Sejumlah kebutuhan mendesak yang telah teridentifikasi antara lain terpal, family kit, dan first aid kit.
“Tim kami akan melakukan asesmen lengkap untuk memastikan proses pemulihan, termasuk bantuan logistik serta langkah rehabilitasi dan rekonstruksi. Jika diperlukan, trauma healing juga akan disiapkan bagi warga terdampak,” jelasnya.
Baca Juga : HKBN 2026, BPBD Makassar Edukasi Kebencanaan Dimulai dari Anak-anak
Hingga berita ini diturunkan, posko khusus belum didirikan.
Namun BPBD memastikan koordinasi terus dilakukan untuk memantau kondisi warga dan perkembangan situasi di lapangan.

