0%
logo header
Jumat, 11 September 2026 23:41

Wali Kota Munafri Keluarkan Kebijakan Belajar Daring di Tengah Antrean Panjang BBM

Wali Kota Munafri Keluarkan Kebijakan Belajar Daring di Tengah Antrean Panjang BBM

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP selama sepekan ke depan.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP selama sepekan ke depan.

banner pdam

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 400.3.5/Disdik/IX/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, kebijakan sekolah daring berlaku mulai 12-19 September 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah taktis untuk menekan mobilitas masyarakat di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Satpol PP Makassar Kerahkan 30 Personel Kawal Antrean BBM di Sejumlah SPBU

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan kebijakan pembelajaran daring merupakan salah satu langkah responsif pemerintah kota untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kondisi antrean BBM yang masih terjadi.

“Saya sudah instruksikan ibu Kadis Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring, belaku mulai besok,” ujar Munafri, Jumat (11/9).

“Langkah ini, bagian dari respons Pemkot Makassar terhadap berbagai aspirasi dan masukan masyarakat, khususnya para orang tua murid yang turut merasakan dampak dari kondisi antrean BBM,” tambahnya.

Baca Juga : Munafri Dorong Mahasiswa Baru UNIBOS Jadi Kontrol Sosial Pembangunan Kota Makassar

Ia menyebutkan pemberlakukan Sekolah daring tersebut diambil menyusul panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas di sejumlah ruas jalan di Kota Makassar.

“Melalui kebijakan ini, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah, sehingga mobilitas kendaraan pada jam-jam sekolah dapat kita tekan,” jelasnya.

Munafri berharap penyesuaian sementara tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan BBM harian masyarakat sekaligus mengurai kepadatan kendaraan yang menumpuk di sejumlah titik SPBU.

Baca Juga : Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih, Munafri Instruksikan Distribusi Setiap Hari

“Ini kita lakukan sebagai langkah taktis untuk merespons kondisi antrean BBM yang terjadi. Kita ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi di sisi lain mobilitas yang tidak terlalu mendesak bisa kita tekan sementara,” terang Munafri.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan berarti menghentikan proses pendidikan.

Pembelajaran tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan sistem daring sehingga peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan dari rumah.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak

Ia menegaskan, adanya pemberlakukan Sekolah daring di Kota Makassar beberapa waktu kedepan dapat mengurangi mobilitas kendaraan secara signifikan, terutama pada jam-jam sibuk, tanpa mengganggu pelayanan publik yang bersifat penting dan mendesak.

“Edaran akan berlaku mulai berlaku pada 12 September 2026 hingga beberapa hari ke depan, dengan evaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi antrean dan pasokan BBM,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa langkah ini bersifat penyesuaian sementara sembari menunggu kondisi distribusi dan ketersediaan BBM kembali normal.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak

Dengan berkurangnya mobilitas pelajar dan sebagian aktivitas perkantoran, pemerintah berharap konsumsi BBM harian masyarakat dapat ditekan, sekaligus membantu mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU.

“Ini, upaya Pemkot Makassar untuk merespons langsung kondisi yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mencari solusi persoalan antrean BBM melalui pertemuan dengan Pertamina.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak

Usai mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Makassar pagi tadi, ia turun langsung meninjau kondisi sejumlah SPBU di lapangan.

Salah satunya adalah SPBU yang berada di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang.

Sementara, Kepala Disdik Makassar Achi Soleman mengatakan bahwa selama PPJ Disdik memberikan keleluasaan kepada guru untuk menggunakan berbagai platform atau media pembelajaran yang tersedia dan mudah diakses oleh murid.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak

Guru juga diminta melakukan komunikasi dan koordinasi dengan orang tua atau wali murid apabila terdapat peserta didik yang mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran daring.

“Kepala satuan pendidikan bertanggung jawab memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan kalender pendidikan,” sebut Achi dalam edarannya.

Disdik Makassar juga menekankan agar pelaksanaan pembelajaran daring berlangsung secara efektif dan terarah, namun tetap mempertimbangkan kondisi murid serta tidak memberikan beban berlebihan kepada peserta didik maupun orang tua atau wali murid.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak

Evaluasi Berkala

Disdik Makassar akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran daring dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan situasi di Kota Makassar.

Apabila kondisi telah dinyatakan normal dan memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, Disdik Makassar akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut kepada satuan pendidikan.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Masjid Ramah Anak

Kebijakan tersebut menjadi langkah sementara untuk menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus mengurangi dampak keterbatasan BBM terhadap mobilitas masyarakat di Kota Makassar.