0%
logo header
Rabu, 09 September 2026 17:38

BPBD Makassar Perluas Distribusi Air Bersih hingga 157 Titik

BPBD Makassar Perluas Distribusi Air Bersih hingga 157 Titik

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan distribusi air bersih hingga saat ini telah mencapai 157 titik, dari sebelumnya hanya 50 sampai 70 titik perhari.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memperluas operasi penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB) kekeringan dengan meningkatkan cakupan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

banner pdam

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan distribusi air bersih hingga saat ini telah mencapai 157 titik, dari sebelumnya hanya 50 sampai 70 titik perhari.

“Hari ini distribusi air bersih sudah mencapai 157 titik. Ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah Kota terus meningkatkan kapasitas respons sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar M Fadli, Rabu (9/9)

Baca Juga : Kemarau Panjang, PDAM Makassar Hadirkan 6 Pickup untuk Antar Air Bersih Gratis

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pemkot Makassar terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.

Hal ini berdasarkan intruksi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

“Kita tidak boleh berhenti bergerak selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih,” jelasnya.

Baca Juga : Tinjau SPAM Cambaya, Munafri Siapkan 13 Titik Baru untuk Atasi Krisis Air

Dari 157 titik yang terjangkau, setidaknya sudah ada 3.802 kepala keluarga (KK) atau 12.939 jiwa yang menerima distribusi air bersih.

Jumlah titik distribusi tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, memetakan kebutuhan air bersih, serta mengarahkan armada distribusi ke wilayah yang membutuhkan,” tuturnya.

Baca Juga : Pasca Kebakaran Besar di Tallo, Munafri Imbau Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau

Ditambahkan, pendekatan tersebut dilakukan agar operasi TDB kekeringan tidak berjalan secara statis, tetapi mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi di lapangan.

Operasi distribusi air bersih juga dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), PMI.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta para relawan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Fadli menegaskan, dalam kondisi tanggap darurat, kebutuhan masyarakat dapat berubah dari hari ke hari.

Karena itu, pola distribusi terus dikembangkan agar lebih cepat, terukur, adaptif, dan berbasis kondisi aktual di lapangan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

“Ketika jumlah titik kebutuhan meningkat, kapasitas operasi juga akan ditingkatkan,” katanya.

“Jadi, 157 titik hari ini bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan semakin luasnya jangkauan pelayanan pemerintah dalam menghadapi dampak kekeringan,” sambung Fadli.

Pemkot Makassar juga memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama kondisi darurat masih membutuhkan intervensi pemerintah.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, air bukan sekadar bantuan, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Karena itu, kami memastikan kebutuhan tersebut tetap menjadi prioritas selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung,” jelasnya.

Untuk mempercepat penyampaian informasi dari masyarakat, Pemkot Makassar juga membuka sejumlah kanal pengaduan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

Warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Lontara+ sebagai layanan terpadu satu kota satu aplikasi.

Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi hotline darurat 112 atau nomor layanan 08155112112. Selain itu, ada link tersedia https://bit.ly/FormDistribusiAirBersih2026.(*)