0%
logo header
banner dprd makassar
Senin, 03 Oktober 2022 17:30

Unik, Masyarakat Tanam Cabai Hingga Padi di Longwis Sydney Panakkukang

Unik, Masyarakat Tanam Cabai Hingga Padi di Longwis Sydney Panakkukang

Untuk bisa menanam padi tidak diperlukan lagi lahan yang luas. Cukup di lorong, masyarakat sudah bisa menanam berbagai komoditi pangan. Hal itu yang terlihat di Lorong Wisata Sydney atau Cipta Karya di BTN Citra Tello Permai, Kelirahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Untuk bisa menanam padi tidak diperlukan lagi lahan yang luas. Cukup di lorong, masyarakat sudah bisa menanam berbagai komoditi pangan.

Hal itu yang terlihat di Lorong Wisata Sydney atau Cipta Karya di BTN Citra Tello Permai, Kelirahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang.

Ada beberapa komoditi pangan yang sementara dikembangkan di Longwis Sydney. Seperti, cabai, bawang, sawi, hingga padi.

Baca Juga : Dana Transfer Pusat Kota Makassar Rp2 Triliun, Danny Pomanto: Tender Dini!

 

Banyaknya komoditi yang dikembangkan di Longwis Sydney, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bahkan turun meninjau langsung, Senin (3/10).

Ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Rheza dan Camat Panakukang Andi Pangerang Nur Akbar.

Baca Juga : Smart Branding Lorong Wisata Hantarkan Makassar Raih Penghargaan Terbaik ISNA 2022

Danny Pomanto mengatakan saat ini ada 1095 lorong wisata, dan 14 diantaranya sudah memiliki konten bahkan menjadi lorong percontohan.

“14 Lorong wisata ini saya akan tes, apakah semua OPD masuk di sini atau tidak. Itu menjadi penilaian saya dan itu akan saya evaluasi,” ujar Danny.

Penanaman padi di lorong merupakan salah satu inovasi Danny Pomanto untuk mengendalikan inflasi di Kota Makassar. Begitu pun dengan komoditi bawang.

Baca Juga : Resmikan Lorong Wisata Yonarmed 6 Tamarunang, Wali Kota Danny Bersama Pangdivif 3 Kostrad Tabur Benih Ikan Nila

“Padi ini hal yang baru kita coba di lorong wisata, mudah-mudahan berhasil,” tuturnya.

Sementara, Camat Panakukang Andi Pangeran Nur Akbar menuturkan dengan adanya lorong wisata warga tidak terpengaruh dengan kenaikan harga.

Sebab di lorong mereka, kata Andi Pangerang sudah ada kebun yang dikelola kelompok tani dan telah memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Tercatat Aset Perusda, Pemprov Sulsel Sulit Ambilalih Terminal Malengkeri

“jadi setelah ada hasil kebunnya secara proporsional akan dibagikan kepada masing-masing warga sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” tutupnya.