0%
logo header
Rabu, 20 Oktober 2021 15:29

TPP ASN Tak Kunjung Dibayar Gegara Insentif Nakes Nunggak Tiga Bulan

Ilustrasi || ist
Ilustrasi || ist

TPP ASN Pemkot Makassar periode Juli hingga September tak kunjung dibayarkan. BPKAD Makassar berdalih TPP semester kedua belum dibayar lantaran insentif tenaga kesehatan masih menunggak tiga bulan. Periode Juli-September 2021.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih harus bersabar. Sebab tambahan penghasilan pegawai (TPP) periode Juli hingga September tak kunjung dibayarkan.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar berdalih TPP semester kedua belum dibayar lantaran insentif tenaga kesehatan (nakes) masih menunggak tiga bulan. Periode Juli-September 2021.

Padahal berdasarkan Intruksi Mendagri Nomor: 900/4141/Kedua, TPP semester kedua bisa dibayar setelah kewajiban insentif nakes periode Januari-Juni sudah terpenuhi sekurang-kurangnya minimal 50%.

Baca Juga : Upaya BPKAD Makassar Perjuangkan TPP ASN Cair Sebelum Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah

“Pembayaran insentif nakes lambat, ini sudah pernah konsultasikan dengan Kemendagri arahannya harus selesai sampai triwulan ketiga (untuk pencairan TPP),” singkat Kepala BPKAD Makassar, Dakhlan, Rabu (20/10).

Karena itu, lanjut Dakhlan, TPP ASN baru akan dibayar jika insentif nakes dibayar hingga September. Hanya saja kendalanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar belum merampungkan dokumen pembayarannya.

Apalagi, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) waktu itu telah berganti.

Baca Juga : TPP Naik, Kepala BPKAD Makassar: Khusus ASN di Kelurahan dan Kecamatan

“Tadi sudah kita bicarakan soal itu, jadi mau ditunjuk KPA baru,” ujar dia.

Dakhlan bahkan khawatir TPP semakin molor, jika insentif nakes menyeberang ke November.

“Harus sampai September (pelunasan) karena sudah masuk Oktober, bisa-bisa diminta juga Oktober kalau nyebrang ke November,” beber dia.

Baca Juga : Rehabilitasi Gedung RSUD Daya, Hamzah Hamid Minta Pemkot Perhatikan Nakes

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan verifikasi data mencapai 95%. Insentif nakes diprediksi cair pekan depan.

“Jadi amanmi insentif nakes, ini kita mau bayarkan ke rekeningnya, tinggal SPM-nya mau dibikin, tinggal tanda tangan baru dicairkan,” dr Ida.