MAKASSAR, KATABERITA.CO – Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo hadir langsung pada undangan silaturahmi Keluarga Pedagang Bakso (KPB) Nusantara, di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Politisi Partai NasDem itu mengatakan, kemajuan Makassar menjadi kota metropolitan tidak lepas dari peran perantau dari tanah jawa. Mereka memberi kontribusi besar pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Makassar.
“Pedagang Bakso ini bayar pajak. Pajak yang disetorkan ke pemerintah itu dipergunakan dalam membangun Makassar. diantaranya membangun jalan dan fasilitas umum lainnya,” kata Rudianto Lallo, Minggu (31/7).
Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Etik, BK DPRD Makassar Keluarkan Keputusan untuk Dua Anggota Dewan
Olehnya itu, Rudianto Lallo mengatakan pemerintah harus hadir dalam memberikan support kepada perantau dari tanah Jawa. Kata dia, layanan administrasi kependudukan, seperti KTP, KK, Akta Lahir dan sebagainya harus disamakan dengan yang lainnya.
“Melalui silaturahmi ini, jikalau ada saudara dari perantau jawa terhambat pengurusan administrasi, dipersulit masalah perizinan ataupun ada oknum yang dengan sengaja menganggu, koordinasi dengan saya, insya Allah kami di DPRD siap membantu, bersinergi dengan perantau dari jawa,” ujar Rudianto Lallo yang juga Ketua DPRD Makassar.
Lanjut Rudianto Lallo, hubungan antara penduduk Makassar dengan orang jawa sudah terjalin sejak lama. Mulai dari abad 15, saat kehadirannya Karaeng Matoaya, lengkapnya Karaeng Matoaya I Malingkang Daeng Manyonri’ Karaeng Katangka atau Sultan Abdullah menerima Datu Ribandang yang juga murid dari Sunan Bonang.
Baca Juga : APBD 2026 Diketok Rp5,175 Triliun, Stadion Untia, TPA Antang dan Jembatan Barombong Masuk Prioritas
Dia adalah seorang raja Kerajaan Tallo (memerintah 1593-1623 dan wafat 1636) dia juga perdana menteri Kesultanan Makassar yang sangat berpengaruh pada abad ke-16.
Sejak itulah mulai terjalin hubungan baik orang makassar dengan jawa, hingga menyusul Pangeran Diponegoro pada abad 18 yang berkeluarga di Makassar hingga memiliki anak, cucu, cicit dan buyut disini,” jelas Rudianto Lallo. (*)

