MAKASSAR, KATABERITA.CO – Jalur di kawasan Anjungan Pantai Losari Kota Makassar bakal kembali diubah. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan melakukan koordinasi bersama Ditlantas Polda Sulsel.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Iman Hud menilai perubahan jalur ini efektif, baik jarak maupun massa atau waktu ke lokasi tujuan. Sosialisasi akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kajian sudah ada. Ini kita akan lakukan dalam waktu dekat tentu dengan sosialisasi terlebih dahulu. Kita ingin dengar masukan masyarakat seperti apa,” ujar Iman Hud, Senin (30/5).
Baca Juga : Urai Kemacetan, Munafri Dorong Transportasi Massal Terintegrasi di Makassar
Saat simulasi pihaknya akan menggandeng Satlantas Polrestabes Makassar. Prosesnya sama dengan penerapan pada 2018 lalu mengenai titik atau jalur yang akan diubah.
Ada beberapa titik yang nantinya akan berubah lajur. Misalnya, Jalan Penghibur yang saat ini dari arah selatan ke utara. Namun nantinya akan berbalik arah dari utara ke selatan.
Kemudian, Jalan Haji Bau yang sebelumnya dari timur ke barat bakal berubah dari barat ke timur. Lalu Jalan Lamadukelleng juga nantinya akan berbalik arah dari utara ke selatan menjadi selatan ke utara.
Baca Juga : Pemkot Makassar Hadirkan 40 Lampu Tenaga Surya di Kepulauan
Kata Iman, kemacetan yang semakin parah menjadi salah satu faktor penyebab rekayasa lalu lintas ini perlu dilakukan. Sehingga dia berharap bahwa perubahan arus ini sedikitnya bisa mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
Rencananya, tahap awal simulasi dimulai dari Jalan Pasar Ikan menuju ke Jalan Penghibur-Haji Bau dan Lamadukelleng. Semua titik yang bakal berubah lajur, Dishub Makassar fokus di wilayah Jalan Penghibur.
Pasalnya, dari semua titik yang ada, lajur ini menjadi salah satu titik rawan terjadinya kemacetan panjang di jam-jam tertentu.
Baca Juga : Perkuat Konektivitas Antar-Pulau, “Pete-Pete Laut” Segera Beroperasi di Makassar
Jika nanti, hasilnya dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan jalur yang ada saat ini. Maka, lajur ini akan diberlakukan secara paten saat perhelatan Makassar International Eight Festival and Forum (F8) mendatang.

