MAKASSAR, KATABERITA.CO- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar M Ansar menekankan pentingnya pengoptimalan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Salah satu alternatif yang dinilai paling tepat yakni bank sampah.
Hal itu diungkapkan Ansar pada saat memberikan sambutan Peluncuran USAID Clean Cities Blue Ocean di Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (31/5).
Baca Juga : Sekda Zulkifly Terima Audiensi Panitia Makassar Bike Race 2026: Harap Jadi Wadah Pembinaan Atlet Sepeda
M Ansar mengatakan persoalan sampah di Kota Makassar dihadapkan pada beberapa isu.
Seperti tingginya angka timbunan sampah yang dipengaruhi dengan jumlah pertumbuhan penduduk.
Berdasarkan data di Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2020 yaitu 1000 ton/hari.
Baca Juga : Camat-Lurah Diminta Perketat Pengawasan Kebersihan
Tingkat pengelolaan sampah juga masih sangat rendah. Dari 88% sampah yang diangkut ke TPA hanya 10% berhasil diolah.
Isu lainnya yakni ketersediaan sarana dan prasarana persampahan dan keterbatasan kapasitas dan daya tampung TPA.
Serta gerakan inovasi pengelolaan sampah baru dan minimnya kepedulian masyarakat dalam hal pengelolaan sampah masih sangat rendah.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Siapkan Upacara di Karebosi dan Semarakkan Perayaan hingga RT/RW
“Harapan alternatif ada di bank sampah dalam hal mengurangi sampah. Meskipun komposisi sampah saat ini sebetulnya 60 sampai 70% masih organik, sisanya 30 sampai 40% anorganik. Itupun tidak semuanya bisa bernilai ekonomi,” lanjutnya.
Pengembangngan Bank Sampah ke depan diharapkan dapat menerapkan system digitalisasi melaui star-up pusat yang akan membeli semua sampah dari star-up lorong sehingga harga sampah yang mempunyai nilai ekonomi tetap terjaga.

